Baturaja, Sumselupdate.com – Pembangunan dan kemajuan suatu wilayah tidak pernah lepas dari peran serta pemuda. Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baturaja lakukan aksi damai di halaman kantor DPRD OKU, Jumat (28/10/2016).
Aksi damai yang dilakukan tersebut, lebih kepada mengingatkan dan menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan serta pemerintah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), agar memperhatikan dan melibatkan peran serta pemuda khususnya di OKU dalam kemajuan dan pembangunan kabupaten OKU.
Aksi damai yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, melibatkan sekitar 80 orang mahasiswa. Dalam tuntutan yang dibacakan oleh koordinator aksi Dynol Syahputra, mahasiswa menilai masih kurangnya perhatian pemerintah dan keterlibatan pemuda-pemudi yang ada di kabupaten Ogan Komering Ulu dalam kemajuan pembangunan di OKU.
Hal ini berdasarkan masih tingginya angka pengangguran serta masih terdapat pemuda yang belum mengenyam pendidikan dengan baik.
“Keterlibatan pemuda untuk pembangunan sama sekali belum terlihat, perhatian terhadap pemuda kurang,” kata Dynol dalam orasinya.
Aksi damai ini diterima dan ditanggapi langsung oleh Ketua DPRD OKU Zaplin Ipani. Ketua DPRD OKU ini menanggapi dengan baik aksi damai yang dilakukan Mahasiswa.
“Kami menerima aspirasi adik-adik mahasiswa dengan sangat baik, terima kasih sudah terus diingatkan dan tentunya ini untuk kemajuan bersama. Kita sebagai Pemuda memang sudah seharusnya berperan aktif dalam pembangunan dan saya yakin adik-adik disini memiliki niat dan tekad yang sama, kita sepakat untuk mengawal generasi penerus agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak generasi muda,” ujarnya menanggapi aspirasi mahasiswa.
Zaplin menambahkan, sejauh ini pemerintah dan DPRD tidak lepas tangan serta tetap memberikan ruang untuk pemuda berkarya dan terus berupaya agar pemuda yang ada di OKU bisa terlibat penuh dalam pembangunan di kabupaten tercinta ini.
“Pemuda juga sebaiknya tidak hanya sekedar menuntut namun lebih banyak berbuat, seperti pengalaman pribadi yang pernah saya lakukan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi dulu,” tambah Zaplin sekaligus berbagi pengalaman. c











