Timsel: Sudah 132 Calon yang Daftar Jadi Komisioner Komnas HAM

Selasa, 7 Maret 2017
Jimly Asshiddiqie Ketua Panitia Seleksi Komisioner Komnas HAM

Jakarta, Sumselupdate.com – Tim seleksi (timsel) komisioner Komnas HAM masih membuka pendaftaran hingga 22 Maret 2017. Menurut Ketua Timsel Komnas HAM Jimly Asshiddiqie, sudah ada 132 orang yang mendaftar menjadi calon komisioner baru.

“Sampai hari ini sudah terdaftar calonnya 132 dan kita buka pendaftaran sampe tanggal 22 Maret. Masih ada waktu,” ungkap Jimly di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/3/2017) seperti dikutip dari laman detikcom.

Jimly mengajak semua orang yang punya idealisme untuk mengawal proteksi dan penghormatan HAM di Indonesia untuk turut mendaftar. Nantinya Timsel akan membawa 14 nama calon ke DPR untuk dimintai pertimbangan.

“Maka kita ingin siapa saja yang idealis, tokoh-tokoh aktivis LSM, kemudian para mantan-mantan pejabat yang punya concern pada masalah-masalah kemanusiaan tolong segera daftarkan diri,” ucap Jimly.

Dari 14 calon yang dibawa ke DPR, nantinya 7 orang yang akan dipilih menjadi komisioner Komnas HAM periode 2017-2022. Timsel dan DPR sudah sepakat mengurangi jumlah anggota komisioner Komnas HAM dari yang periode ini berjumlah 13 orang.

“Di UU jumlahnya nggak dibatasi, periode lalu 13 orang. Periode sebelumnya 11 orang, pernah juga 28 orang. Tapi atas dasar kesepakatan pimpinan DPR disepakati (periode) yang akan datang hanya 7, yang kami setor dua kali lipat,” jelasnya.

Menurut Jimly, 132 orang yang sudah mendaftar datang datang dari berbagai latar belakang. Untuk background pendidikan, paling banyak adalah sarjana hukum dan tokoh yang memiliki pengalaman pada bidang HAM. Sebagian besar dianggapnya juga cukup kredibel.

“Lumayan. Banyak tokoh-tokoh termasuk ada Rafendi Djamin (aktivis HAM), juga tokoh-tokoh yang pengalaman di YLBHI kemudian juga mantan-matan pejabat yang punya idealisme. Saya rasa lumayan. Tapi 132 itu terlalu sedikit dibanding calon penasihat KPK yang bisa sampai 1.000 lebih. Calon anggota OJK 1.000 lebih. Begitu juga calon komisioner KPU dan Bawaslu yang hampir 1.000,” papar Jimly.

“Jadi popularitas dari lembaga-lembaga yang lain jauh lebih tinggi dibanding Komnas HAM karena Komnas HAM ini selama reformasi ini kurang populer. Jadi dianggap semacam musuh bersama. Tapi Komnas HAM sebagai pengawal keadilan itu penting sekali,” imbuhnya. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts