Tim Siberkreasi PALI Kembali Gelar Webinar, Guru dan Peserta Didik Harus Terampil Belajar Daring

Rabu, 25 Agustus 2021
Suasana zoom webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 kabupaten PALI

PALI, Sumselupdate.com – Dalam menghadapi tantangan di tengah wabah pandemi covid-19 seperti sekarang, guru dan siswa harus memiliki kecakapan literasi digital yang baik. Dalam mewujudkan hal, Tim Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 kabupaten PALI, kembali menggelar seminar online (webinar) dengan tema saatnya peserta didik dan guru terampil belajar daring (online).

Webinar yang diikuti oleh peserta 852 orang pendaftar tersebut, digelar secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom, Rabu (25/8/2021).

Read More

Runner tim siberkreasi kabupaten PALI, Suparman, SPd, mengatakan bahwa webinar kali ini menghadirkan empat orang narasumber yang ahli di bidangnya, di antaranya, Stefanus Rantetondok dari Total Quality and Continuous Improvement Manager, Owens Illinois Indonesia, Dr. Meithiana Indrasari, ST, MM, Akademisi Unitomo, Ketua Umum ICMI Muda Jatim, Drs Arifin, Kepala SMA YKPP Pendopo, Haryadi, SPd, Kepala SMP YKPP Pendopo.

Suasana zoom webinar

“Serta Key Opinion Leader, Rezky_passionwriter, Founder @pejuang30dwc. Literasi digital sangat baik, karena ini program presiden, jalankan nawacita presiden, melalui Menkominfo. Tujuan dari gelaran ini juga untuk memahami bagaimana menggunakan internet yang baik, bagaimana menggunakan internet yang bijak,” ungkapnya.

“Pada prinsipnya, kami disini untuk meliterasikan, memberikan pemahaman, kepada warga PALI, bagaimana menggunakan internet yang baik, serta memaksimalkan proses pembelajaran daring dalam pembelajaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Drs Arifin, salahsatu narasumber menilai kegiatan webinar yang dilakukan sangat bagus.

“Sangat bagus sekali, apalagi ini untuk kepentingan dunia pendidikan, dengan adanya literasi digital, bisa mengatasi dan menjadi solusi untuk menghadapi proses pembelajaran dengan metode daring. Ini sangat bermanfaat, dan harapan kami agar tetap dilanjutkan,” tambahnya.

Arifin juga berpesan kepada para peserta, agar cakap digital serta menulis di media sosial yang baik dan santun.

“Berbahasa yang bagus, menjaga perasaan orang lain, jangan menulis kata-kata yang mengandung Sara, jangan menyebarkan informasi yang belum jelas,” tutupnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts