Laporan Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com — Memasuki hari ketiga pencarian dua warga Desa Tanjung Raman yakni Harviadi (35) dan anaknya Alvero (3), Tim SAR Gabungan yakni BPBD Muaraenim, Damkar Muaraenim, Rescue PTBA, PT SBS, PT PAMA, MPC PP dan Basarnas, terus mengerahkan tujuh perahu karet di Sungai Lematang, Sabtu (19/12/2021) di desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim.
“Kalau penyisiran kita terus lakukan bersama masyarakat Tanjung Raman serta Relawan dari beberapa Ormas,” ungkap Koordinator Rescue Kabupaten Muaraenim Edy Ramlan di lokasi kejadian.
Dilanjutkan Edy, untuk pencarian hari ketiga ini, dari rapat bersama pihaknya masih akan menggunakan sistem blender (memutar) dan penyisiran yang di mulai dari tempat jatuhnya korban terus ke arah hilir sungai dari tempat jatuhnya kedua korban. Dimana pencarian kali ini, kita menggunakan tujuh perahu karet, dan dari ketujuh itu dua perahu karet tidak menggunakan mesin,” bebernya.
Masih kata Edy, Ada beberapa kesulitan di lapangan, yang mereka hadapi yakni visibility atau jarak pandang karena tingkat kekeruhan air di Sungai Lematang sangat pekat sekali. Kemudian arus sungai yang deras dan kondisi air dalam karena di musim hujan.
Dan sesuai SOP akan dilakukan pencarian selama tiga hari dahulu, jika masih tidak ditemukan barulah akan melakukan rapat dengan pihak keluarga dan terkait apakah diteruskan atau tidak.
“Informasi terbaru, hingga pukul 08.30 ini, kedua korban belum juga kita temukan,” ujarnya.
Diketahui, sebelumnya bahwa tragis sekali nasib, Alvero (3) warga Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim ini. Korban terjatuh dari motor bersama ayahnya Harviadi (35) ketika akan ke kebun melintas di atas jembatan gantung di Desa Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim, Jumat (17/12/2021) dimana keduanya hendak berangkat ke kebun miliknya yang ada diseberang sungai Lematang.(**)











