Tim Dosen Prodi PG-PAUD FKIP Unsri Sosialisasikan Modul Ajar Berbasis P5 di Lahat

Writer: - Kamis, 2 November 2023
Pembukaan kegiatan PKM dan pemberian cindramata kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, Drs H Suhirdin, MM.

Lahat, Sumselupdate.com – Salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kegiatan PkM berupa pelatihan dan pendampingan penyusunan modul Ajar Berbasis Proyek Penguatan Profil Pancasila Bagi Guru PAUD di Kabupaten Lahat digelar di Gedung SKB Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (16/9/2023).

Read More

Untuk suksesnya kegiatan, Tim PkM Prodi PG-PAUD FKIP Unsri yang diketuai Prof Dr Sri Sumarni, MPd, Dra Syafdaningsih, MPd, Dra Hasmalena, MPd, dan Dra Rukiyah, MPd bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.

Acara pembukaan PkM ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, Drs H Suhirdin, MM didampingi Kepala Bidang PAUD, dan PNF Disdik Lahat, Yusmanurdin, SPd serta Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUDNI-Dikmas Dra Hj Sugiharti, MM.

Salah satu tema disampaikan yaitu ‘Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Proyek Penguatan Profil Pancasila Bagi Guru PAUD di Kabupaten Lahat’ diketuai Dra Hasmalena, MPd sebagai nara sumber utama dengan anggota Dra Syafdaningsih, MPd, Mahyumi Rantina, MPd, Taruni Suningsih, MPd, dan Lia Dwi Ayu Pagarwati, MPd serta melibatkan beberapa mahasiswa sebagai narasumber pendamping.

Baca Juga: Ketua MPR RI Apresiasi UNHAN Banyak Melahirkan Pemimpin Bangsa

Mahasiswa dilibatkan bertujuan untuk kegiatan ekivalensi mata kuliah yang relevan pada semester genap.

Pelaksanaan PkM dilaksanakan dengan khidmat dan antusias, dengan susunan kegiatan pengerjaan pre-test, penyampaian materi oleh ketua dan anggota dosen lainnya, sesi tanya jawab dengan peserta, pendampingan dalam perancangan modul berbasis P5 yang didampingi oleh nara sumber pendamping baik dosen maupun mahasiswa, dan kegiatan akhir melakukan post-test.

Penyampaian materi narasumber utama, Dra Hasmalena, MPd.

Peserta pada kegiatan PkM ini merupakan para guru atau tenaga pendidik TK dan PAUD yang ada di Kabupaten Lahat yang berjumlah 20 peserta.

Para peserta terlihat sangat antusias mendengarkan dan menyimak materi-materi yang disampaikan, bahkan beberapa peserta terlihat mencatat materi yang disampaikan oleh para dosen Prodi PG-PAUD FKIP Unsri tersebut.

Untuk memperdalam pemahaman peserta terkait materi yang telah disampaikan ketua pelaksana memberikan penugasan berupa merancang modul ajar P5.

Kegiatan penugasan tersebut dilaksanakan secara kelompok dengan berjumlah empat kelompok. Lama kegiatan PkM berlangsung selama rentang waktu 16-30 September 2023.

Bimbingan kegiatan penugasan oleh narasumber utama dan pendamping.

Sebelum narasumber memaparkan materi, peserta dibagikan soal pre-test. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana pengetahuan awal peserta terkait kurikulum merdeka dan juga pembuatan modul ajar berbasi P5. Waktu pengerjaan kurang lebih 15 menit.

Baca Juga: Dinkes Ikuti Penilaian Akreditasi Penyelenggara Uji Kompetensi

Setelah itu dilanjutkan oleh pemaparan materi oleh nara sumber. Dalam menyampaikan materi Dra Hasmalena MPd menyampaikan seorang guru harus dituntut untuk memiliki kompetensi, salah satunya pedagogik yang artinya guru harus cakap dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar.

Dalam merancang, guru harus mempersiapkan admistrasi pembelajaran sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran dan juga pengevaluasiannya sehingga guru harus terampil dalam mempersiapkan segala komponen administrasi tersebut guna menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Pendampingan peserta oleh dosen dan mahasiswa.

Tentunya komponen tersebut disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di lembaga. Kurikulum bersifat sangat flesibel, akan diperbaharui sesuai dengan kebutuhan zaman.

Seperti baru-baru ini pemerintah bekerja sama dengan Menteri Pendidikan meluncurkan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka.

Kurikulum ini menekankan pada kebebasan untuk belajar dengan mencerminkan pelajar pancasila guna menstabilkan keadaan darurat pasca bencana yaitu Corona atau Covid -19 yang menyebabkan adanya Learning Loos.

Learning Loos adalah kondisi hilangnya sebagian pengetahuan dan keterampilan dalam perkembangan akademis yang dialami siswa.

Pendampingan peserta oleh dosen dan mahasiswa.

Oleh karena itu pemerintah menanggulanginya dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka (Kumer) agar  meningkatkan kualitas pembelajaran yang cepat beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan tatanan kehidupan dunia yang menuntut serba cepat.

Struktur Kurikulum Merdeka menekankan 2 prinsip yaitu pembelajaran intrakurikuler dan pembelajaran berbasis proyek pancasila.

Kali ini nara sumber membahas terikait pembelajaran berbasis proyek penguatan profil pancasila. Profil pancasila sendiri memilik 6 dimensi yaitu Beriman Dan Bertaqwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Kreatif, Bernalar Kritis, dan Mandiri.

Masing-masing dimensi memiliki elemen sesuai dengan lingkupnya. Dimensi ini dikembangkan dari 3 Capai Pembelaran atau CP jika bahasa dari Kurikulum Merdeka.

Pada Kurikulum Merdeka rancangan pembelajaran disebut dengan modul ajar. Kerangka dari modul ajar sedikit berbeda dengan RPP.

“Modul ajar disusun secara lengkap dengan tidak mencantumkan KD atau indikator melainkan langsung pada tujuan pebelajaran,” jelas Dra. Hasmalena, MPd.

Sementara penjelasan nara sumber kedua, Mahyumi Rantina, MPd terkait pembuatan tujuan pembelajaran.

Setelah menelaah CP maka pendidik harus merancang tujuan pembelajaran (TP). TP dibuat dengan melihat standar tingkat perkembangan anak dan juga dikemas menggunakan kalimat yang bisa diukur dengan berpedoman pada kata kerja operasional (KKO) dari Taksonomi Bloom.

Selain itu, TP juga harus mencerminkan ke-6 dimensi dari profil pelajar dengan kegiatan berbasis proyek. Kegiatan pembelajaran berbasis proyek adalah kegiatan yang membangun 3 domain pendidikan yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dikerjakan baik secara individual maupun kelompok untuk menghasilkan sebuah produk.

Kegiatan atau tugas yang diberikan hendaknya yang menarik, menyenangkan dan melibatkan anak secara aktif.

Selain itu kegiatan pembelajaran berbasis proyek juga memiliki alur, yaitu mulai dari tahap permualaan, tahap pengembangan, dan tahap penyimpulan.

Selanjutnya, setelah tujuan pembelajaran dan kegiatan sudah dirancang maka guru juga perlu mempersiapkan alat dan bahan, media, peta materi dan juga sumber belajar.

Hal tersebut dibuat agar kegiatan terperinci dan memiliki sumber yang jelas. Guru juga perlu merincikan kegiatan awal sampai dengan akhir.

Seperti penjelaan sebelumnya yang disampaikan oleh Mahyumi Rantina, MPd dalam mendesain pembelajaran proyek memiliki alur. Jadi, dalam mendeskripsikan kegiatan awal sampai akhir kegiatan juga berpedoman dengan alur tersebut.

Foto bersama nasumber dan peserta pelatihan.

Pertama tahap permulaan yang berisikan kegiatan pemantik pengetahuan anak dari tema/materi yang akan disampaikan kepada anak dengan berbagai media atau kegiatan.

Kemudian tahap pengembangan yaitu kegiatan sudah focus pada tujuan pembelajaran. Setelah itu tahap penyimpulan dimana tahap ini guru merefleksi dari kegiatan yang telah dilakukan dan melibatkan orang tua pada penerapan yang berkaitan dengan materi di rumah.

“Pada tahap ini juga sekaligus melakukan asesmen sumatif,” jelas Taruni Suningsih, MPd.

Dilanjutkan oleh Dra Syafdaningsih, MPd yang menuturkan bahwa tahap ketiga sangat penting, karena adanya asesment dari kegiatan yang telah dilakukan.

Hasil asesment akan menjadi tolak ukur keberhasilan belajar anak dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Guru dapat menggunakan teknik asesmen berupa observasi, lembar ceklis, catatan anecdote, portofolio dsb.

Dengan adanya asesment guru dapat memperbaiki kesalahan dari pembelajaran yang telah dilakukan, mengetahui tingkat pencapaian anak sehingga menjadi dasar untuk merancang pembelajaran selanjutnya dan mendeteksi atau diagnostik permasalah perkembangan anak.

Hasil asesment tersebut juga sebagai bahan pelaporan guru kepada orang tua terkait hasil belajar dan perkembangan anak.

Setelah penyampaian materi, aktivitas selanjutnya yaitu penugasan. Hal tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana materi yang telah disampaikan dapat terserap dengan baik.

Kegiatan penugasan selain dibimbing oleh ketua pelaksana. Peserta masing-masing kelompok juga didampingi oleh nara sumber pendamping yaitu dosen dan mahasiswa guna mengarahkan dan juga memberikan masukan jika ada kesulitan pada saat pembuatan modul ajar berbasi P5.

Kelompok 1 didampingi oleh narasumber pendamping Dra Syafdaningsih, MPd, Mauidah, dan Putri Eksi Alpionita, Mahyumi Randitna, MPd, Rega Permata, dan Ira Fitriani mendampingi kelompok 2.

Taruni Suningsih, MPd, Dia Fitri Yani, dan Dini Amelia mendampingi kelompok 3, serta Lia Dwi Ayu Pagarwati, MPd, Fatimah Jihan, dan Pasya Zafa Ramada mendampingi kelompok 4.

Hasil kegiatan penugasan yang dilakukan pada hari pertama adalah guru merancang kasar kegiatan yang akan dibuat dalam modul ajar.

Rancangan kasar tersebut dipresentasikan oleh peserta secara bergantian dan diberikan maukkan oleh nara sumber utama dan juga nara sumber pendamping.

Setelah selesai guru dibagikan soal post-test. Hal tersebut bertujuan untuk melihat pengetahuan guru setelah adanya penyampaian materi dan juga penugasan yang diberikan.

Kegiatan ini menjadi kegiatan penutup pada acara pelatihan hari pertama. Kemudian hari selanjutnya, dilanjutkan dengan pendampingan secara online dengan rentang waktu 18-24 September melalui media Group WhatsApp.

Pada kegiatan pendampingan tersebut guru mengirimkan rancangan yang sudah jadi dalam bentuk file untuk di-review guna diperiksa apakah sudah sesuai dan jika belum akan diberikan masukan oleh tim dosen.

Dengan adanya kegiatan PkM ini, diharapkan ke depannya seluruh peserta yang merupakan guru TK di Lahat bisa menambah pengetahuan terkai prinsip dari implentasi Kurikulum Merdeka dan terampil dalam menyusun komponen pembelajaran berupa modul ajar berbasis P5 sampai dengan asesmennya sehingga dapat diterapkan pada instansi tempat bekerja guru tersebut agar bisa lebih maju lagi dan meghasilkan generasi yang mencerminkan profil pelajar pancasila.

Kegiatan PKM diakhiri dengan foto bersama antara narasumber pelatihan dan peserta. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts