Tikam Pembeli Baju BJ di Bawah Jembatan Ampera, Aslania Ngaku Pernah Hendak Disetubuhi Korban

Aslania, pelaku penusukan terhadap Herman yang tengah asyik berbelanja baju BJ.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Wanita misterius yang menikam Herman (46), warga Rusun, Block 17, Lantai III Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang yang tengah asyik berbelanja baju BJ di bawah Jembatan Ampera Palembang, berhasil diciduk.

Read More

Tersangka itu adalah Aslania (37) yang ternyata juga pedagang baju BJ. Pelaku diciduk saat asyik menunggu dagangannya di bawah Jembatan Ampera oleh anggota Reskrim Polrestabes Palembang, Kamis (11/11/2021) pukul 13.00 WIB.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat  mengatakan, pelaku penusukan korban ternyata seorang wanita.

Menurut Kompol Tri Wahyudi, untuk mengetahui motif penusukan ini, pihaknya akan memeriksa kejiwaan pelaku lantaran jawabannya selalu melantur.

“Kita sedang memeriksa kejiwaan pelaku karena saat ditanya dirinya melantur jawabannya,”jelasnya.

Peristiwa penusukan ini menurut Kasat, bermula korban sedang berbelanja baju BJ. Tak berselang waktu lama, korban dihampir pelaku.

Tanpa banyak kata, pelaku langsung menikam bagian perut dan pipi korban menggunakan pisau. Korban yang ditikam langsung spontan berlari dan meminta pertolongan petugas pos yang berada di Jembatan Ampera Palembang.

Sementara itu, pelaku Aslania menuturkan nekat menusuk korban lantaran tidak terima perbuatan pelecehan dan kurang ajar yang dilakukan korban kepada dirinya.

“Saya tidak terima tubuh saya dilecehkan, barang saya diambilnya, ponsel dan dompet,” cetusnya.

Aslania mengaku korban pernah hampir menyetubuhinya, namun beruntung tidak berhasil.

“Dia itu tukang becak, pernah saya hampir disetubuhinya, Pakaian saya sudah terbuka dan celana sudah turun, namun alhamdulillah tuhan melindungi sehingga tidak terjadi,” ungkap pelaku.

Aslania mengaku, pisau yang digunakankannya untuk menikam korban baru dibelinya.

Atas tindakkan tersebut pelaku dijerat pasal 351 dengan ancaman kurungan di atas lima tahun. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.