Tiga Anggota Polairud Polda Sumsel Disandera ABK Kapal Hantu, Begini Kronologinya

Minggu, 1 Mei 2022
Kapolda Sumsel didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi dan Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol YS Widodo dalam ungkap kasus penyelundupan benih lobster, Minggu (1/5/2022).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Ungkap kasus benih lobter di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat perlawanan dari pihak anak buah kapal (ABK) Kapal Hantu.

Read More

Aksi penyanderaan pun terjadi. Tiga anggota Polairud Polda Sumsel sempat disandera oleh tujuh ABK Kapal Hantu di di perairan Sri Menanti, Tanjung Sareh, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin pada Sabtu (30/4/2022).

Penyanderaan ini terjadi menyusul anggota Polairud Polda Sumsel melakukan penyergapan usai mendapatkan informasi adanya transaksi benih lobster yang akan dibawa ke Singapura dan Vietnam di perairan Sri Menanti, Tanjung Sareh, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

Beruntung, anggota Polairud Polda Sumsel yang lainnya berhasil menyelamatkan para sandera dan berhasil mengamankan ABK. Namun, dari tujuh ABK tersebut, satu berhasil melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke laut.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, Kapal Hantu diduga berasal dari Lampung yang memiliki kecepatan 100 kilometer per jam.

Kapolda Sumsel didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi dan Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol YS Widodo dalam ungkap kasus penyelundupan benih lobster, Minggu (1/5/2022).

“Setelah dilakukan penyelidikan ketahui keberadaan Kapal Hantu tersebut. Saat dilakukan penangkapan ABK kapal hantu melakukan perlawanan. Mereka juga sempat menyandera dan menyekap anggota menggunakan senjata tajam jenis parang panjang. Anggota dalam keadaan terdesak memberikan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan dua orang pelaku yang ada di kapal,” ujar Kapolda Sumsel didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi dan Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol YS Widodo, Minggu (1/5/2022).

Setelah itu, enam pelaku berhasil diringkus dan satu orang melarikan diri dengan menyelam ke dalam laut.

“Satu orang yang menceburkan diri ke laut masih dalam pencarian anggota. Sedangkan dua pelaku yang ditembak masih dalam perawatan medis di RS Bhayangkara Palembang,” ungkap Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Widodo.

Kombes Pol YS Widodo mengatakan Kapal Hantu yang berhasil ditangkap mengangkut 21 boks sterefoam yang berisikan benih baby lobster atau benur sebanyak 157 ribu ekor yang hendak diselundupkan ke Singapura via Batam.

“Modusnya hampir sama dengan yang kita ungkap beberapa hari lalu. Begitu juga benih lobsternya semua berasal dari Lampung,” katanya.

Lebih rinci 21 boks sterofoam warna putih yang diamankan berisi benih lobster sebanyak 158.800 ekor, jenis pasir 156.200 ekor, dan jenis mutiara 2.600 ekor senilai Rp16 miliar.

“Selain benih lobster anggota berhasil mengamankan satu unit kapal tanpa nama dengan 4 mesin x 200 PK merk Yamaha, 10 buah jeriken plastik isi 50 liter, dan 20 buah jeriken plastik isi 35 liter,” kata Widodo. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts