Tidak Terima Anaknya Diduga Dianiaya di Sekolah, Orangtua Lapor Polisi

Penulis: - Rabu, 8 Mei 2024
Wali murid membuat laporan polisi.

Palembang, sumselupdate.com – Anaknya diduga alami penganiayaan, membuat seorang ibu tangga (IRT) bernama Merry Natalia Panjaitan (43), melapor ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, pada Rabu (8/5/2024) siang.

Merry yang tinggal di Jalan Sukabangun II, Kecamatan Sukarami Palembang ini, melaporkan seorang wali murid inisial M, lantaran anaknya diseret oleh terlapor M. Peristiwa itu terjadi di salah satu sekolah yang ada di Jalan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang, pada Senin (6/5/2024) sekitar pukul 15.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Dimana aksi yang dilakukan M dengan menyeret korban menuju arah koperasi di sekolah tempat kejadian perkara (TKP).

“Sampai di koperasi tidak lama datang guru BP dan menjauhkan korban dari terlapor. Saya duga terlapor kesal karena anaknya telah ditendang oleh anak saya. Kejadian di sekolah dan masih anak-anak, seharusnya diselesaikan secara baik-baik kekeluargaan jangan sampai melakukan hal seperti itu,” jelas Merry.

Diakui Merry, bahwa apa yang telah dilakukan terlapor, membuat anaknya merasa trauma dan ketakutan.

Baca juga : Viral Penganiayaan Satpam Nasabah Bank di Pagaralam, Pelaku Diringkus

“Saya tidak terima apa yang diperbuat terlapor terhadap anak saya, makanya membuat laporan polisi berharap kasus ini diselesaikan seadil adilnya,” ungkapnya.

Baca juga : Viral Video Penganiayaan di Palembang, Kakak Korban Lapor Polisi

Laporan polisi yang dibuat orangtua korban telah diterima di SPKT Polrestabes Palembang. Selanjutnya laporan diserahkan ke unit Reskrim untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.