Tidak Miliki Izin Lintas, 11 Angkutan Berat Menuju PT Lappindo Sidoarjo Distop Paksa

Belasan mobil jenis trailer yang distop paksa warga dan petugas Dishub berjejer di Desa Jerambah Besi, Kabupaten PALI, Kamis (22/9/106).

PALI, Sumselupdate.com – Sebanyak unit mobil angkutan berat dihentikan paksa warga Desa Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten PALI, Kamis (22/9).

Dihentikannya mobil besar jenis trailer yang mengangkut unit rig milik PT Petro Enim Betun Selo (PEBS) sub kontraktor dari PT Pertamina itu dikarenakan tidak mengantungi surat izin melintas, baik dari Dinas Perhubungan  (Dishub) Kabupaten PALI.

Bacaan Lainnya

Sebelas unit angkutan berat tersebut dihentikan warga Jerambah Besi dinihari tadi sekitar pukul 02.00 ketika melintas di Jalan Desa Jerambah Besi yang hendak menuju PT Lappindo Sidoarjo Jawa Timur.

Ardiyand Edison, Kepala Bidang Angkutan Dishubkominfo Kabupaten PALI ketika dijumpai di lokasi kejadian, menuturkan sebelas angkutan berat tersebut tidak memiliki surat izin melintas dari Dishub.

“Prosedurnya kan sudah jelas bahwa ketika angkutan berat ketika mengangkut muatan itu wajib memiliki surat izin melintas dari Dishub setempat. Sedangkan ke-11 angkutan yang kita stop tersebut hanya membawa KIR mobil dan STNK,” kata Edison.

Edison memastikan, ke-11 angkutan berat tersebut tidak akan bisa berjalan sebelum mengurusi izin ke Dishub PALI.

“Kita bukan tidak ingin menghambat pekerjaan sebuah perusahaan, namun tetap kita harus mengaju pada aturan yang berlaku. Dampak dari melintasnya angkutan berat ini selain bisa merusak jalan kabupaten, juga bisa membahayakan pengguna jalan yang lain. Oleh karena itu, kami imbau agar baik pihak perusahaan yang empunya barang dan pihak transportir segera menyelesaikan masalah ini, karena sangat meresahkan warga,” tegasnya.

Di tempat sama, Heriyanto, kades setempat menjelaskan warga merasa terganggu karena angkutan berat yang melintas, karena bisa merusak jalan cor yang baru dibangun di desanya.

“Kami stop angkutan berat tersebut dikarenakan jalan banyak rusak yang disebabkan sebelas angkutan tersebut ketika melintas. Diduga melebihi tonase dari mobil. Atas itulah kami larang mobil itu melintas desa kami,” kata Heriyanto.

Setelah distop, ternyata sebelas angkutan berat tersebut hanya dikawal dari pihak Kepolisian Sektor Talang Ubi tanpa ada surat izin dari Dishub.

“Kata salah satu supir, angkutan berat tersebut dari Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal tepatnya dari lokasi PT PEBS. Sedangkan para sopir sendiri bukan asli orang PALI. Kita takutkan jalan cor yang baru dibangun itu tambah rusak, apalagi jalan cor di Desa kami baru nian dibangun,” tegasnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.