Terus Amblas, Desain Jembatan Sako Dirubah dan Ditaksir Telan Rp250 Juta

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak.

Palembang, Sumselupdate.com – Sebagai jalan utama dari Celentang ke Perumnas Sako, Jalan Musi Raya darurat diperbaiki setelah mengalami kerusakan beberapa bulan terakhir. Perbaikan ini diperkirakan akan menghabiskan dana Rp250 juta.

Proses perbaikan pondasi Jembatan penghubung di Jalan Musi Raya, Perumnas Sako ini dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Palembang.

Dimana sebelumnya pondasi jembatan mengalami kerusakan sehingga berdampak pada amblasnya lantai jembatan. Saat ini bagi kendaraan yang akan mengarah ke Celentang ataupun Sapta Marga, harus memutar arah sembari menunggu proses perbaikan selesai.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan, selama perbaikan akan menggunakan dana darurat, dengan perkiraan akan menelan dana Rp250 juta, dengan mekanisme pembangunan swakelola.

Pihaknya telah mengajukkan alokasi tersebut ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan menunggu persetujuan dari Inspektorat.

Perbaikan pun akan diperkirakan memakan waktu dua sampai tiga pekan. Lantaran, desain jembatan penghubung tersebut akan diubah dan ditingkatkan kualitasnya.

“Ini sebenarnya Jalan Kota/kabupaten kelas 3 maksimal 8 ton yang boleh melintas,” katanya, Rabu (13/1/2021).

Sebelumnya jalan di sekitar jembatan sudah dicor beton sehingga dapat dilintasi oleh kendaraan dengan berat di atas 8 Ton.

“Tapi memang untuk jembatannya belum kita perbaiki saat itu. Baru sekarang akan diperbaiki dengan kualitas ditambah sehingga jika nanti ada kendaraan dengan tonase besar, ruas jalan tidak rusak,” katanya.

Bastari mengatakan, pada dasarnya Jalan kota tersebut tidak dilintasi oleh kendaraan bertonase besar. Faktanya, ruas Jalan Musi Raya masih dilintasi oleh kendaraan besar yang mengarah ke Pusri atau lokasi lain.

“Akhirnya overload dan membuat konstruksi jalan rusak,” katanya.

Nantinya, proses perbaikan jembatan akan menekankan pada kualitas lantai jembatan dengan sistem cor beton. Sehingga bisa dilalui oleh kendaraan bertonase.

“Harapan kami, kendaraan bertonase dapat melintas di lokasi ruas jalan yang memang diperuntukkan bagi kendaraan sekelas itu, bukan ruas jalan yang kualitasnya lebih rendah dari kapasitas beban jalan, jembatan,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.