Terungkap, Motif Samsu Sulaiman Habisi Istri Untuk Menguasai Harta

Pelaku Samsu Sulaiman diinterograsi Timsus Polres Pagaralam saat diamankan di tempat persembunyiannya di sebuah bedeng di Kota Prabumulih, Senin (17/10/2021) dinihari tadi.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Kasus penemuan mayat perempuan yang kaki serta tangannya diikat dan jenazahnya dimasukan di dalam karung, akhirnya terungkap secara terang benderang.

Read More

Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Pagaralam AKP Najamudin dalam press realese-nya, Senin (18/10/2021) mengungkapkan jika tersangka Samsu Sulaiman (68) tega menghabisi istrinya Waldansih (63) bermotifkan ingin menguasai harta korban berupa sertifikat tanah dan lainnya.

Dikatakan Kapolres, dalam kasus pembunuhan sadis ini, tersangka Samsu Sulaiman merupakan pelaku tunggal.

Tersangka Samsu Sulaiman menghabisi korban pada Sabtu (9/10) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam melancarkan aksinya, Samsu Sulaiman mencekik korban hingga korban kehabisan napas.

Guna mempermudah membuang jasad istrinya itu, pelaku mengikat kaki dan tangan serta jenazahnya dimasukan di dalam karung.

Nah, setelah jasad korban sudah di dalam karung, keesokan harinya pelaku menggendong karung tersebut untuk dibuang ke dalam semak-semak di Simpang Petani, Kelurahan Beringin Jaya, Kota Pagaralam pada Minggu (10/10) pagi.

Usai membuang jasad pasangan hidupnya itu, tersangka Samsu Sulaiman melarikan diri ke Kota Prabumulih.

Satu pekan setelah dibuangnya jasad korban, tepatnya Minggu (17/10/2021), sekitar pukul 10.00 WIB, masyarakat digemparkan dengan penemuan mayat perempuan malang tersebut.

Usai penemuan jasad korban, Tim Khusus Polres Pagaralam bekerja keras mengungkap peristiwa ini. Hasilnya berbuah manis.

Tidak sampai 1×24 jam dari penemuan jasad korban, pelaku berhasil terendus dan disergap di salah satu bedeng kontrakan di Kota Prabumulih, Senin (18/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

Atas perbuatannya itu, menurut Kapolres, jika tersangka terbukti melakukan pembunuhan dengan direncanakan maka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP junto 33 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.