Laporan Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Terkonfirmasinya dua orang positif Covid-19 d menjadi catatan bertambahnya kasus pasien positif Corona di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Dengan bertambahnya dua pasien ini, total pasien positif Corona di OKU Timur berjumlah sebelas orang.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan RT-PCR yang dikeluarkan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang yang diterima pagi tadi bertambah dua orang, dan semuanya dari klaster transmisi lokal,” kata Jubir Penanganan Covid-19 OKU Timur, Ya’kub, Selasa (9/6/2020).
Ia menjelaskan, dua pasien baru itu masing-masing tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 kasus ke-10 berinisial WNA (34), warga Kecamatan Belitang berjenis kelamin perempuan dan merupakan seorang perawat yang merawat pasien 02, 03 dan 04.
Sementara kasus ke-11 SM (60), warga Belitang lll berjenis kelamin perempuan yang merupakan ibu kandung dari pasien positif 08.
“Untuk kasus 10, pihak RSUD OKU Timur sudah melakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan dan sudah dilakukan isolasi di rumah sakit. Sedangkan, kasus 11 dilakukan isolasi mandiri di rumah dengan jaminan dari kepala desa setempat,” ujarnya.
Sementara, UPT Puskesmas yang bertanggung jawab terhadap terkonfirmasi kasus 10 dan 11 telah melakukan penelusuran kontak dan melakukan rapid test.
Selanjutnya semua yang pernah kontak terhadap kasus 10 dan 11 akan melakukan observasi atau karantina rumah.
“Tetap jangan panik dan waspada disiplin melaksanakan anjuran pemerintah seperti, jangan bersentuhan, jaga jarak, jangan berkerumun, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan tetap di rumah saja kalau tidak ada kepentingan. Kita meyakini akan dapat mengendalikan penyebaran virus Covid-19 ini dengan kebersamaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD OKU Timur, dr Sugi Hartono mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pasien 10.
Menurutnya, perawat tersebut kemungkinan terbesar tertularnya karena kurangnya kewaspadaan sewaktu pelepasan alat pelindung diri (APD).
“Kalau pas merawat semua perawat memakai APD lengkap. Untuk kasus 10, karena swab test dilakukan sebagai antisipasi kalau ada kemungkinan positif setelah merawat pasien terkonfirmasi Covid-19, maka belum dilakukan karantina, namun saat ini seluruh rekan kerja dari kasus 10 sebanyak 14 orang sudah kita karantina,” katanya. (**)











