Laporan : Arie Idwan Sujana
Banyuasin, Sumselupdate.com — Seorang anak berumur empat tahun hampir meregang nyawa akibat adanya aliran listrik dari gardu yang berada di dekat lapangan bola di kelurahan Tanah Mas, RT 10 RW 03 Kabupaten Banyuasin.
Bocah yang diketahui bernama Mohaman Ari Romadhon itu merupakan putra dari Ketua RT 10, dilarikan ke Rumah Sakit Negeri Sukajadi Pratama dalam keadaan kritis.
Informasi yang berhasil didapat dari salah satu warga, anak ini diduga tersengat aliran listrik dari kabel fiber optik yang putus milik perusahaan internet yang bernama Icon Net.
Dr Ari Miska, yang memberikan pelayanan kepada anak tersebut mengatakan, korban dibawa ke Rumah Sakit Sukajadi Pratama pada jam 14.20 wib dalam keadaan kritis.
“Akan dirujuk ke Rumah Sakit Fatimah, karena pihak disini tidak memiliki sarana lengkap, masalahnya butuh ruang ICU,” ujar dr Ari Miska
Tindakan oleh dr Ari Miska saat pertolongan di UGD yaitu pembersihan jalan napas, menstabilkan kondisi, dan konsul dokter bedah yaitu dr Abdul Rachman, diberikan terapi oleh dokter spesialis penyakit dalam dan disarankan rujuk ke rumah sakit lain untuk memberikan terapi lebih lanjut.
Di tempat terpisah melalui hubungan telpon, Kidir Lurah Tanah Mas memberikan info benar anak tersebut tersengat listrik akibat ada kabel yang putus, tergeletak ditanah, persis lapangan bola depan rumah pribadi RT tersebut.
“Kabel tersebut sudah diamankan oleh petugas teknisi jaringan wiffi dari PT. Icon Plus,” ujar Lurah Tanah Mas.
Ada Aliran Listrik
Salah satu teknisi listrik Gentar mengatakan, sebelum digulung kabel wffi tersebut dilakukan pengecekan akan kebenarannya, kenapa bisa ada mengandung aliran listrik menggunakan alat.
“Benar adanya bahwa kabel wifi itu teraliri setrum sebab kabel tersebut dililitkan pada tiang gardu akibat ada nya gesekan di plat gardu listrik PLN yang terbuka maka akhirnya kabel wiffi putus dan tergeletak di tanah,” kata Gentar.
Gentar melanjutkan, terkait hal tersebut, dirinya langsung melapor ke kepala koordinator Icon plus yakni Irfan Jaya.
Sementara itu, Mala ibu korban berharap pihak Icon Plus dan PLN dapat bertanggung jawab terkait peristiwa tersebut.
“Kita berharap dari pihak Icon Plus dan PLN bertanggung jawab,” ujar Mala sambil terseduh menangis.(**)











