Palembang, Sumselupdate.com – Prihatin, kata inilah yang disebutkan anggota DPRD Kota Palembang Dr Fauzi Ahmad bersama puluhan anggota dewan lainnya saat datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kecamatan Kertapati.
Pasalnya di sana, kebutuhan air bersih menjadi sesuatu yang mahal bagi 1.000 kepala keluarga (KK) yang bermukim di kawasan tersebut.
“Kami merasa prihatin saat tahu warga yang belum dapat menikmati air bersih mencapai 1.000 KK,” ucap Dr Fauzi, anggota Dapil IV ini dalam rapat paripurna DPRD Palembang, Senin (11/12/2017).
Apalagi, permohonan pemasangan saluran pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi untuk 1.000 KK tersebut sudah diajukan warga sejak tahun lalu. Namun hingga kini belum ditindaklanjuti.
“Permasalahan ini harus disikapi serius oleh Pemkot Palembang. Karena tidak sedikit warga yang belum dapat menikmati air bersih,” tandasnya.
Selain di kawasan TPA, di wilayah Kramasan warga juga belum dialiri air bersih. Padahal berkas permohonan pemasangan dari warga sudah diajukan sejak 2016.
Tak hanya itu, belum adanya respons dari Pemkot Palembang juga telah disampaikan warga ke DPRD pada saat melaksanakan kegiatan reses, 20-25 November lalu. Sehingga ia berharap, permasalahan ini menjadi perhatian serius Pemkot Palembang.
Sementara itu Direktur PDAM Tirta Musi, Cikmit, tidak menampik adanya laporan dari dewan tersebut. Kondisi ini dikarenakan belum selesai nya pembangunan pipa induk oleh PU Sumsel.
“Pemasangan pipa induk oleh pihak Dinas PU hampir selesai, jika itu selesai kita akan membangun jaringan di bawah nya,” ucapnya singkat. (udi)











