Terlibat Narkoba, Dua Personel Polres OKU Dipecat

DIPECAT---Apel PTDH dua personel Polres OKU di halaman Mapolres OKU, Rabu (28/10/2020).

Laporan: Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com-Dua personel Polres OKU dipecat dalam apel Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang dilaksanakan di halaman Mapolres OKU, Rabu (28/10/2020). Keduanya dipecat karena terlibat kasus Narkoba.

Bacaan Lainnya

Apel PDTH dipimpin Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga, SIK, MH, diikuti Waka Polres OKU Kompol Edi Rahmad Mulyana, SIK, MH, para Kabag, Kasat, Perwira Polres, Kapolsek serta personel Polres dan Polsek

“Upacara PTDH merupakan salah satu wujud dan realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran, baik disiplin maupun kode etik kepolisian,” kata Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga.

Rekomendasi PTDH 2 orang personil Polres OKU, yaitu Aiptu BR telah melanggar pasal 12 ayat 1 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 21 ayat 3 huruf (a) Perkap Nomor 14 tahun 2001, tentang Kode Etik Profesi Polri dan telah diterima surat KEP PTDH RO SDM tanggal 9 Oktober 2020 (pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2020) Nomor KEP: KEP/ 554/ IX/ 2020 tanggal 30 September 2020.

Kemudian Brigadir RMA telah melanggar pasal 13 ayat 1 PP Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 13 PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri, dan Pasal 21 ayat 3 huruf i Perkap Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan telah diterima surat KEP PTDH RO SDM tanggal 9 Oktober 2020 (pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2020) Nomor KEP: KEP/ 561/ IX/ 2020 tanggal 30 September 2020.

“Pemberhentian ini telah ditinjau dari beberapa aspek yang meliputi azas kepastian, yaitu ada kepastian terhadap anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya. Kedua azas kemanfaatan yaitu pertimbangan seberapa besar manfaatnya bagi organisasi Polri dan anggota Polri yang dijatuhi hukuman PTDH tersebut. Ketiga azas keadilan, yaitu memberikan reward kepada personil yang berprestasi dan memberikan punishment/ hukuman kepada personil yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik,” terang Arif.

AKBP Arif berharap tidak lagi ada Upacara PTDH seperti ini di lain waktu. Untuk itu diharapkan personil Polres OKU agar lebih mawas diri, jangan sampai larut dan hanyut oleh hawa nafsu yang dapat membawa kehancuran dalam menata karir dan pelaksanaan tugas.

“Saya berharap semua personel mengambil hikmah serta pelajaran dari PTDH ini. Jadikan ini sebagai instropeksi diri dan cerminan agar menjadi pribadi yang baik, menyadari dan memahami hakikat insan Bhayangkara, yaitu insan warga negara tauladan yang ber-Darma Bhakti kepada negara dan masyarakat, untuk menjamin ketentraman masyarakat dengan penuh rasa tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas,” tandasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.