Palembang, Sumselupdate.com – Aksi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Raden Fatah tercoreng oleh kasus penusukan mahasiswa pada Selasa (8/8/2017) sore. Hingga saat ini masih ditangani oleh pihak Polresta Palembang.
Mencermati kejadian PBAK ini pun, pihak Rektorat UIN sangat menyesalkan. Apalagi kejadian ini, terjadi sore hari usai siangnya pemaparan materi dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum mahasiswa yang melakukan penusukan yang terjadi usai apel sore kegiatan PBAK Selasa kemarin.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Rektor III, UIN Raden Fatah Palembang, Rina Antasari saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/8/17).
Baca Juga : Bermaksud Lerai Perkelahian, Eza Malah Ditusuk
“Kasus ini sudah kita serahkan kepada pihak kepolisian, yang jelas kita akan berikan sanksi sebagaimana aturan kampus dan terancam diberhentikan,” ucapnya.
Kendati demikian, Rina belum bisa menjelaskan kronologis yang tepat atas kejadian yang disayangkan oleh semua pihak tersebut. Namun, menurut Rina ada 10 orang mahasiswa yang dibawa ke Polresta Palembang untuk dimintai keterangan. “Sanksi dan tindakan hingga saat ini belum kita berikan, kita lihat dulu siapa saja yang terlibat dan apa motifnya,” pungkasnya. (sbw)












