Terkait Pengeroyokan Sopir Tenda, Kini Dilaporkan Balik Dengan Dugaan Penganiayaan

Jumat, 28 Juli 2023
Keributan yang berujung saling lapor.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Buntut dugaan aksi penganiayaan yang dialami sopir pick up jasa pengangkut besi tenda, kini berujung dengan dilaporkan balik ke Polrestabes Palembang dengan dugaan penganiayaan, Jumat (28/7/2023).

Read More

Aksi dugaan penganiayaan menimpa Azwar Anas (37), warga Gang Rosa, Jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus Palembang.

Sementara pihak terlapor dari Azwar Anas (37) yakni M Reza Aggillient alias Agil (28) bersama dengan satu temannya Andi (24), keduanya merupakan warga Lorong Kapuk, Jalan Abikusno Cokro Suyoso, Kelurahan Karya Jaya, Kertapati Palembang.

Di mana M Reza Aggillient belakangan diketahui merupakan menantu dari seorang tokoh masyarakat dan pengusaha yang cukup disegani di kawasan Kertapati, yakni Jamak Udin, SH atau yang lebih dikenal Kiyai Jamak.

Kini M Reza Aggillient (28) justru melaporkan Azwar Anas ke Polrestabes Palembang, sebab menurut versi dia, justru dirinya lah yang menjadi korban penganiayaan, yang bermula dari saling senggolan antara motor Vespa dan mobil pick up saat melintas di Jalan KH Rasyid Siddiq tepatnya di Simpang KB Palembang.

Versi M Reza Aggillient, peristiwa itu bermula dirinya dari kediamannya hendak menuju ke Samsat Jakabaring untuk mengurus pajak dari sepeda motor Vespa miliknya.

“Waktu saya melintas, ketemu lah sama Andi di jalan, waktu itu Andi lebih dulu menyalip mobil pick up (milik Azwar Anas –red), namun saya lihat kendaraan Andi diserempet hingga terjatuh dan langsung (mobil Azwar Anas) meninggalkan teman saya, jadi saya kejar ketika mau saya stop, tapi dia malah banting setir ke kanan hingga saya terjatuh, karena dia pergi lagi baru distop sama warga yang teriak karena aku jatuh itu sudah ramai,” cerita Agil di depan awak media pada Jumat (28/7/2023).

Meski terjatuh, Agil dan Andi kembali mengejar mobil pick up yang dikemudikan oleh Azwar Anas. Agil juga menunjukkan bukti dia terjatuh dengan ada luka pada jempol kaki kirinya.

“Waktu saya kejar teryata di depan sudah tarik-tarikan sama Andi, waktu itu langsung ditinjunya Andi, waktu aku mau pisahkan aku tarik Andi aku yang ditendang,” ceritanya.

Terjatuh setelah ditendang, barulah datang anggota Polsek Seberang Ulu 1 yang kebetulan melintas melepaskan tembakan peringatan.

“Ada tiga kali tembakan peringatan, habis itu kami pisah langsung dibawa ke sekta 5 (Polsek SU 1-red),” terang Agil.

Agil pun dengan lantang membantah keterangan yang disampaikan oleh Azwar Anas terkait pihaknya disebut menjambak, memukul kepala dengan helm, meninju wajah, dan menginjak leher dari Azwar Anas.

“Itu semua tidak ada, sebab waktu dia nyerempet itu langsung ngebut waktu saya kejar dia malah yang tinju Andi,” tegas Agil membantah.

Terlepas itu, setelah diamankan pihak kepolisian untuk didamaikan di Polsek SU 1, menurut Agil mediasi itu tak menemui titik terang, di mana pihak Azwar Anas saat itu didampingi tim kuasa hukum dari Kumdam II Sriwijaya berpangkat Letda AC.

Terkait dengan pendampingan yang diterima Azwar Anas (37) oleh tim kuasa hukum dari Kumdam II Sriwijaya yakni Letda AC menjadi sorotan dari Kiyai Jamak.

Sebab menurutnya, status Azwar Anas hanya sebagai keluarga kandung dari PNS yang berdinas di Kumdam II Sriwijaya.

“Benar terkait itu saya melaporkan Letda AC ke Denpom, sebab bagaimana seorang warga sipil biasa dapat didampingi anggota TNI aktif,” pungkas Kiyai Jamak.

Sementara itu, terpisah kakak kandung dari Azwar Anas (37) yakni Sri Wahyuni, SH (41) membenarkan status dirinya sebagai PNS Kementerian Pertanahan RI yang berdinas Kumdam II Sriwijaya dengan jabatan sebagai Turmin TU Pam Ops Si Tuud Kumdam II/Swj.

“Saya yang meminta langsung ke Kakumdam II Sriwijaya terkait pendampingan terhadap adik saya Azwar Anas, atas dasar itu makanya Letda AC ikut dalam mediasi tersebut,” ucapnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts