PALI, Sumselupdate.com – Bangunan pasar rakyat di Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai menuai kritik dari sejumlah warga.
Pasalnya, bangunan yang dikerjakan bersumber dari APBN dengan nilai miliaran rupiah itu seperti tidak terawat dan telah ditumbuhi semak belukar. Hal itu karena, bangunan tersebut telah selesai dikerjakan pada 2018 lalu.
“Sangat disayangkan saja, kenapa bangunan yang telah kokoh berdiri dibiarkan, kan mubazir,” ujar Jhen, salah satu warga Desa Betung, Minggu (25/8/2019).
Sama diutarakan Asmadi, warga Betung lainnya bahwa pemerintah, dari Kabupaten sampai tingkat desa harus bersikap tegas untuk merelokasi pasar yang ada saat ini.
“Pasar yang ada di Desa Betung kami nilai memang masih layak, namun berada di tengah-tengah pemukiman menjadi salah satu poin pasar tersebut bisa mengganggu aktivitas warga lainnya, salah satunya kemacetan. Untuk itu memindahkan pasar cara efektif agar bangunan pasar yang menelan anggaran tidak sedikit bisa dimanfaatkan,” sarannya.
Terpisah, Camat Abab, Emil Wasik menyebut bahwa belum difungsikannya gedung pasar rakyat di Desa Betung masih ada yang belum diselesaikan.
“Masih ada yang belum selesai, jadinya belum bisa dioperasikan. Untuk semak belukar nanti kita bersihkan. Namun meski ditumbuhi semak belukar, kondisi pasar masih kokoh dan terawat, dan untuk pengoperasiannya tinggal menunggu waktu tepat saja,” terang Camat. (adj)











