Baturaja, Sumselupdate.com – Beberapa aset bangunan milik Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), saat ini masih banyak yang terbengkalai. Bahkan dari beberapa tempat banyak disalahgunakan. Misalkan berupa lapangan upacara di area Ogan IV Jalan Nawawi Alhaj, Tanjung Baru Baturaja yang sudah bertahun-tahun terbengkalai.
Lokasinya yang jauh dari keramaian, sepi dan tersembunyi, sangat cocok bagi oknum muda-mudi untuk melakukan perilaku negatif di tempat itu. Dan bukan rahasia umum, lapangan upacara tersebut kerap menjadi tempat pacaran hingga di luar batas.
Tak hanya itu, perilaku negatif lainnya seperti mabuk oplosan juga ternyata sering dilakukan disini. Buktinya, di sana didapati ratusan bungkus obat batuk cair.
Menurut Sandi, warga Tanjung Baru, tiga bungkus obat batuk ini saja bisa menimbulkan efek memabukkan jika dicampur dengan minuman penambah stamina.
“Minum obat itu saja hingga berbungkus-bungkus tanpa dicampur pun bisa mabuk. Apalagi jika dicampur dengan minuman penambah stamina. Lebih dahsyat lagi jika dicampur minuman beralkohol,” ujarnya Senin (7/11/2016).
Pantauan portal ini, ratusan bungkus obat batuk itu berserakan di ruangan – ruangan di bawah tribun lapangan tersebut. Diduga, mahalnya harga minuman keras, menjadi alasan kenapa para pelajar membuat ramuan yang menimbulkan efek memabukkan dengan mencampurkan minuman energi dengan obat batuk tersebut.
“Ya biasanya pelajar Pak. Siapa lagi kalau bukan mereka. Sebab minuman tersebut menjadi minuman alternatif selain minuman keras, mengingat harganya yang terjangkau untuk kantong pelajar,” jelasnya.
Tak hanya itu, bangunan lain pun semisalkan, bangunan gedung SD model di RS Holindo pun saat ini kondisinya dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Warga berharap pihak terkait selalu melakukan razia di lokasi tersebut. Apalagi di sana, sepi dan gelap jika malam, sehingga menimbulkan kerawanan. “Jangan sampai miras oplosan itu makan korban. Kami juga berharap pemerintah dapat memanfaatkan aset miliknya sendiri untuk kegiatan positif,” tandasnya.
Terpisah salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKU, Joni Awaludin, menyayangkan banyaknya aset Pemkab yang terbengkalai saat ini. Sehingga dampaknya, dimanfaatkan hal negatif.
“Ya memang miris melihatnya, bangunan yang dibangun dengan dana yang tak sedikit malah jadi begini,”timpalnya singkat. (Yan)











