Teknologi Pembasahan Gambut Jadi Pilihan dalam Restorasi

Jumat, 19 Agustus 2016
lahan gambut (ilustrasi)

Jakarta, Sumselupdate.com– Teknologi pembasahan gambut menjadi pilihan pemerintah dalam merestorasi lahan-lahan gambut dan mencegah kebakaran di lahan-lahan yang terbentuk dari hasil dekomposisi tidak sempurna vegetasi pepohonan yang terendam air tersebut.

Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) Haris Gunawan di Jakarta, seperti dilansir antaranews.com, Jumat (19/8), mengatakan bahwa kandungan air gambut sampai 90 persen dan bahwa kubah gambut perlu dipelihara untuk menjamin ketersediaan air.

Read More

Menurutnya, pengaturan air yang baik perlu dilakukan agar lahan gambut tidak mengering.

“Kesalahan dalam pemanfaatan gambut selama ini adalah pengeringan melalui pembangunan kanal yang masif,” katanya.

Deputi Bidang Konstruksi Operasi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut Alue Dohong mengatakan penyekatan atau penimbunan kanal serta pembangunan sumur-sumur bor sudah dilakukan di areal-areal gambut untuk menekan risiko kebakaran.

Sementara itu, ahli gambut dari Universitas Gadjah Mada, Azwar Maas, dan pakar hidraulika rawa dari Kementerian Pekerjaaan Umum, L Budi Triadi, memiliki pandangan yang sama. Menurut mereka, pembasahan harus dikerjakan sebelum gambut hidrofobik atau berdebu.

Menjaga cadangan air minimal 30 persen dari Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), harus menjadi prioritas dalam menghadapi musim kemarau dan kondisi tidak ada hujan berketerusan.

Haris juga menambahkan, selain restorasi hidrologis, upaya konservasi BRG juga meliputi penanaman kembali dengan tumbuhan-tumbuhan yang ramah lahan gambut. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts