Pelatihan Pengembangan BUM Des Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 26 September 2017
Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut RI Myrna A Safitri.

Palembang, Sumselupdate.com – Badan Restorasi Gambut (BRG) menyebutkan untuk restorasi gambut dapat dilakukan melalui tiga pendekatan yakni pembasahan kembali gambut, penanaman kembali dan revitalisasi mata pencaharian masyarakat.

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG-RI), Myrna A Safitri pada acara Pelatihan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa, Selasa (26/9/2017) mengatakan, pembasahan dilakukan untuk gambut yang rusak dan kering dengan membuat sekat kanal, embung dan sebagainya.

Read More

Sementara untuk penanaman kembali dilakukan pada lahan yang pernah terbakar dan tanamannya sudah hilang, penanaman diutamakan menggunakan spesies lokal yang ramah gambut.

“Untuk revitalisasi mata pencaharian masyarakat dengan cara meningkatkan kesejahteraan. Revitalisasi penting karena dua yang disebutkan tadi tidak akan berjalan tanpa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah gambut,” jelas Myrna di Hotel Emilia Palembang.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk meningkatkan kesejahteraan maka unit desa atau kelurahan yang paling dapat dimanfaatkan agar program restorasi gambut dapat berjalan dan menjadikan desa peduli gambut.

Program desa peduli gambut tersebut yakni

  1. Perencanaan desa harus terkait dengan perlindungan gambut.
  2. Kawasan pedesaan harus memperhatikan Kawasan Hydrologis Gambut (KHG).
  3. Pengembangan kelembagaan dengan peraturan desa yang melindungi gambut.
  4. Lembaga yang melindungi gambut seperti lembaga desa peduli api.
  5. Pengembangan ekonomi didesa gambut.
  6. Lahan gambut yang dikelola desa sah secara hukum.
  7. Program resolusi komplik yang dilakukan dengan pelatihan mediator yang bersertifikat dan menyediakan paralegal.
  8. Melibatkan masyarakat untuk memantau kegiatan di dalam wilayah gambut.

Selain itu ia juga menyampaikan, dalam pelatihan ini akan di berikan  pengetahuan tentang Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Bagi desa yang belum memiliki BUM Des akan diberikan pengetahuan cara mendirikan BUM Des, bagi yang sudah ada akan dibantu cara membuat program, kalau sudah berjalan akan dibantu cara pengembangannya,” katanya.

Pihaknya juga mendatangkan pelatih yang sudah berpengalaman selain juga mengahadirkan praktisi yang sudah sukses mengembangkan BUM Des, serta pengusaha buah-buahan yang akan memberikan mutu buah apa saja yang dibutuhkan.

“Sebagai contoh masyarakat punya buah pepaya, namun mereka tidak tau ukuran yang dapat diterima oleh pabrik. Harapannya masyarakat mengerti cara berbisnis, karena itu kami melibatkan dari Dinas Pemberdayaan Desa,” harapnya.

Untuk program pemberdayaan desa pihaknya tidak memberikan dana secara tunai tetapi memberikan stimulan agar program berjalan. Namun, nantinya akan mengarahkan perusahaan untuk membantu program desa melalui Coorporate Sosial Responsibility (CSR). (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts