Palembang, Sumselupdate.com – Pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan bayi terus menjadi perhatian mendalam para praktisi kesehatan. Mengingat cakupan ASI eksklusif secara nasional yang belum mencapai target, langkah nyata edukasi interaktif langsung ke masyarakat menjadi krusial.
Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMD) Palembang menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi ibu postpartum (pascamelahirkan) dan menyusui.
Kegiatan yang berlangsung di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Deyeri/Deri, Jalan Aiptu A Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, Palembang ini mengusung pendekatan unik bertajuk Emotional Demonstration (Emo Demo) dengan slogan ‘HEMAT’.
Ketua Tim PkM UMD Palembang, Dini Triwahyuni, S.Gz., MPH, menjelaskan bahwa slogan ‘HEMAT’ dirancang agar mudah diingat oleh para ibu pascamelahirkan.
“HEMAT merupakan akronim dari Hanya ASI saja, Eksklusif 6 bulan, Makan bergizi untuk ibu, ASI lancar alami, dan Tanpa tambahan. Kami ingin menanamkan keyakinan pada ibu bahwa ASI saja sudah sangat cukup untuk kebutuhan bayi di 6 bulan pertama,” ujar Dini saat menyampaikan materi.
Dalam pelaksanaannya, Dini Triwahyuni didampingi oleh mahasiswi UMD Palembang, Giska Trien Nanda. Kehadiran tim mahasiswa turut mendampingi para peserta secara personal selama proses evaluasi dan demonstrasi alat peraga interaktif.
Giska Trien Nanda menambahkan bahwa pendekatan Emo Demo dirancang tidak sekadar memberikan teori formal, melainkan visualisasi langsung yang menyentuh emosi ibu.
“Melalui Emo Demo, para ibu diajak melihat langsung simulasi kapasitas lambung bayi baru lahir yang sebenarnya masih sangat kecil, serta bagaimana mekanisme produksi ASI bekerja secara alami (supply and demand). Hal ini terbukti ampuh menghapus mitos bahwa ASI di hari-hari awal menyusui itu ‘kurang’,” ungkap Giska.
Dongkrak Pengetahuan Ibu Hingga 90 Persen
Tak hanya sebatas paparan teori dan penyebaran media edukasi berupa leaflet, kegiatan PkM ini diuji keberhasilannya menggunakan analisis pre-test dan post-test terhadap 20 ibu postpartum yang menjadi peserta.
Hasilnya terbukti signifikan. Sebelum intervensi, rata-rata skor pengetahuan ibu berada di angka 68,0 (kategori cukup). Namun, setelah mendapatkan pemaparan materi HEMAT dan peragaan Emo Demo, rata-rata skor melonjak tajam menjadi 90,5 (kategori baik).
Secara statistik, terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 22,5 poin ($p < 0{,}001$). Sebelum kegiatan, hanya ada 30 persen peserta yang berkategori pengetahuan baik. Pasca-kegiatan, angka tersebut melonjak drastis hingga 90 persen peserta paham betul mengenai pentingnya ASI eksklusif dan pemenuhan gizi seimbang berbasis pangan lokal.
“Kami berharap edukasi ini tidak berhenti di TPMB saja. Leaflet praktis yang kami bagikan juga tengah diajukan Hak Kekayaan Intelektualnya (HAKI) agar dapat dijadikan panduan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan maupun ibu menyusui lainnya,” pungkas Dini Triwahyuni.
Melalui edukasi Emo Demo “HEMAT” ini, diharapkan ketergantungan pada pemberian susu formula secara dini dapat ditekan, sehingga derajat kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi di Kota Palembang dapat terwujud secara optimal.
(**)











