Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Satlantas Polresta Palembang Kumpulkan Komunitas Roda 2 dan 4

Rabu, 8 Maret 2017
Ilustrasi Lakalantas. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi 10 kali dalam seminggu, mengumpulkan komunitas penggendara motor dan mobil di aula Polresta Palembang, Rabu (8/3/2017).

Salah-satu yang menyita perhatian, Bripka Edi Yanto yang terlihat menggunakan tongkat di balik seragam Polrinya itu. “Saya mengalami kecelakaan Oktober 2016 lalu,” terangnya.

Read More

Terdiam sesaat, pria yang masih semangat menjalankan profesinya itu pun mengaku kecelakaan berawal saat dirinya hendak berangkat kerja menghadiri apel. Tiba-tiba sekitar pukul 07.30 WIB ada motor berlawanan arah yang menabraknya di depan KPU Sumsel hingga harus dibawa ke RS. “Kaki saya dipasang pen dan kawat,” sambungnya.

Sementara, Wakapolresta Palembang, AKBP Iskandar F Sutisna mengaku para korban laka-lantas ini sendiri,  diharapkan bisa dijadikan sebagai penyemangat dan pelopor keselamatan berlalu lintas. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dalam rangka mewujudkan program budaya tertib berlalu lintas.

“Untuk kota Palembang ini hampir setiap hari terjadi laka. Seminggu rata-rata ada sepuluh laka yang terjadi,” ujarnya.

Para pengguna jalan, juga seringkali tidak sadar saat berkendara di jalan raya. Sehingga kata dia, dengan terbentuknya komunitas ini diharapkan bisa membantu pemerintah, kepolisian dan masyarakat dalam berkendaraan dan kita tidak ingin kecelakaan terjadi.

Di mana, korban laka pun harus tetap menjalani hidupnya dengan semangat dan tidak minder.

“Ke depan kita akan menambah beberapa pos Lantas. “Sekarang baru ada 14 pos, idealnya setiap persimpangan ada pos,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Harris Batara menyebut selain para komunitas motor dan mobil. Juga ada delapan korban laka-lantas yang dilibatkan menjadi komunitas dan menjadi pelopor serta penyemangat tertib berlalu lintas. “Mereka juga diberikan bantuan tali asih,” sambungnya.

Masih kata Harris, sepanjang Januari sudah ada 24 kalj kejadian laka dan meningkat 29 kali kejadian di Februari 2017. “Di Maret ini, sudah sudah terjadi beberapa kali laka lantas,” imbuhnya.

Dirinya merinci, sepanjang Januari sudah terjadi 8 kali tabrak lari, 4 kali meninggal duni, 21 kali luka berat dan 14 kali luka ringan dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp44.250.000.

Lanjut di bulan Februari sudah ada 8 kali tabrak lari, 3 kali meninggal dunia, 18 kali luka berat, 15 kali luka ringan dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp157.800.000

Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumsel , Taufik Adnan mengatakan pihaknya memberikan santunan kepada para korban kecelakaan lalu lintas ini.

“Total bantuan yang kita berikan yakni sebanyak 20 tongkat kruk dan 4 kursi roda kepada para korban,” ujarnya.

Diakuinya, ini sebagai bentuk perhatian dari jasa raharja kepada korban kecelakaan lalu lintas.

Bahkan, di tahun ini sampai bulan Maret pihaknya pun telah membayar klaim atau santunan sebesar Rp 3,9 miliar kepada ahli waris korban meninggal dan korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas.

“Kalau tahun lalu dari Januari hingga Desember, PT Jasa Raharja Cabang Sumsel telah membayarkan klaim (santunan) sebesar Rp 30, 558 Miliar,” ungkap dia.

Nilai itu turun sekitar Rp 3 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang mencapai sebesar Rp 33,9 miliar. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts