Tasyakuran Pernikahan Bupati Banyuasin Dihiasi Pagelaran Seni Budaya

Sabtu, 6 Juli 2019
Suasana penikahan tasyakuran pernikahan Bupati Banyuasin H Askolani SH MH dengan Istrinya dr Sri Fitriyanti dihiasi dengan pagelaran seni budaya.

Sekayu, Sumselupdate.com – Acara tasyakuran pernikahan Bupati Banyuasin H  Askolani SH MH dengan Istrinya dr Sri Fitriyanti dihiasi dengan pagelaran seni budaya.

Tasyakuran yang digelar di Rumah Dinas Bupati Banyuasin Jalan Sekojo, Komplek Perkantoran Desa Mulya Agung, Kecamatan Banyuasin III, Pangkalan Balai, Sabtu (6/7/2019), ditampilkan pagelaran saropal anam, keromongan, prosesi timbang kepala kebo, senjang, hingga serambi Banyuasin.

Read More

Di acara tersebut, ribuan masyarakat datang menghadiri acara syukuran tersebut. Sejumlah tokoh, pejabat hingga masyarakat umum menghadiri Syukuran pernikahan Bupati Banyuasin siang tadi.

Tak terkecuali Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex ikut menghadiri acara tasyakuran pernikahan H Askolani SH MH dengan Istrinya dr Sri Fitriyanti siang tadi.

Plt Kepala Dinas Kominfo Aminuddin, SPd, SIP, MM mengatakan, acara syukuran sudah dilakukan sejak Rabu lalu. Acara Ngundang sudah dilakukan Rabu, malamnya dilakukan acara Ningkuk, dan dilakukan juga acara Betangas.

“Telah dilakukan pemotongan kepala kerbau, masak gengan dan masak bumbu, serta pembuatan janur. Berbagai Pagelaran Seni Budaya juga ditampilkan pada acara syukuran, ada pagelaran saropal anam, keromongan, prosesi timbang kepala kebo, senjang, dan serambi Banyuasin,” jelas Aminuddin.

Berbagai rangkaian acara ini merupakan bagian dari Syukuran Pernikahan Bupati Banyuasin.

Sebelumnya, telah dilakukan Akad nikah tanggal 28 Juni dan Resepsi Pernikahan tanggal 30 Juni di Hotel Wyndham Banyuasin.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex mengucapkan selamat berbahagia kepada Bupati Banyuasin atas pernikahannya.

“Mari kita doakan, semoga pernikahan Bupati Banyuasin membawa berkah untuk kedua mempelai dan untuk Banyuasin Bangkit,” harap Dodi.

Suasana penikahan tasyakuran pernikahan Bupati Banyuasin H Askolani SH MH dengan Istrinya dr Sri Fitriyanti dihiasi dengan pagelaran seni budaya.

 

Timbang Kepala Kebo

Salah satu pagelaran seni budaya yang ditampilkan dalam penikahan Bupati Banyuasin ini, yakni Adat Timbang Kepala Kebo atau kerbau.

Adat Timbang Kepala Kebo merupakan kebudayaan khas Pangkalan Balai. Pada dasarnya seni budaya ini dikenal sudah bertahan berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun yang lalu dari nenek moyang penduduk asli Pangkalan Balai.

Pengertian dari Timbang Kepala Kebo, yaitu suatu adat menimbang kepala kerbau yang sudah disembelih ketika pelaksanaaan hari munggah suatu pernikahan (sedekah).

Acara ini digelar dari kampung ke kampung di pelosok desa dan daerah di Kabupaten Banyuasin khususnya di kawasan dalam kota Pangkalan Balai.

Adat ini dilakukan karena orangtua pengantin dahulu mempunyai nazar atau janji kepada Allah SWT. Janji tersebut harus dan wajib ditunaikan atau dalam bahasa Pangkalan Balai disebut sebagai sangi.

Sangi biasanya diucapkan pada saat sang anak masih kecil, apalagi sang anak pun terkena musibah penyakit yang cukup lama diderita sehingga orangtua harus mengucapkan sangi sebagai niat kesembuhan anak pada Allah SWT. (rel)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts