PALI, Sumselupdate.com – Sepertinya keamanan dan kelengkapan baju safety lagi-lagi tidak diberlakukan oleh perusahaan minyak dan gas (migas) saat pembersihan limbah minyak.
Seperti yang ditemukan di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Ketika ditemui di lokasi, tepatnya di aliran sungai yang terkena ceceran minyak mentah atau crude oil, tampak sejumlah petugas kebersihan tidak menggunakan baju safety.
Jangankan baju safety, para petugas kebersihan minyak tersebut hanya dibekali beberapa kantung plastik yang digunakan untuk mengangkut limbah crude oil.
Novan (24) warga Desa Setia Jaya mengaku hanya mendapat upah Rp 70.000,- per hari untuk membersihkan ceceran minyak mentah yang mengalir di aliran Sungai Dua.
“Makan dan rokok dari duit upah tulah pak. Kami wong 10, ado jugo yang dari Talang Akar,” ucap Novan diikuti sahutan rekan-rekannya yang mengiyakan.
Sementara, untuk perlengkapan baju safety tidak diberikan. Bahkan, para petugas kebersihan limbah tersebut dengan bebasnya menghisap rokok.
“Untuk baju safety, dak dikasih oleh yang nyuruh kami pak. Ini bae baju kami yang jadi lap pak,” ungkap Novan sembari mengangkut kantong-kantong plastik yang berisikan minyak mentah. (adj)











