Tangkal Berita Hoax, Dispora Gandeng PWI Sumsel Gelar Workshop Untuk Mahasiswa dan Jurnalis

Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar saat mengisi materi Workshop Jurnalis Olahraga yang digelar di Aula Mahameru Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (29/3/2021).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Guna membentuk kader jurnalis yang baik dan bertanggung jawab, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Workshop Jurnalis Olahraga dengan peserta mahasiswa dan wartawan di Sumsel.

Bacaan Lainnya

Workshop Jurnalis Olahraga yang digelar di Aula Mahameru Hotel Swarna Dwipa Palembang dibuka secara resmi oleh Kadispora Sumsel Drs Akhmad Yusuf Wibowo, MSi.

Hadir dalam acara pembukaan Worshop Jurnalis Olahraga Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar, pejabat Dispora Sumsel, dan perwakilan mahasiswa dari Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah, Universitas Bina Darma, Stisipol Chandradimuka, dan perguruan tinggi lainnya.

Dalam sambutannya, Kadispora Sumsel Drs Akhmad Yusuf Wibowo, MSi mengatakan, digelarnya workshop ini dalam rangka mengenalkan kepada mahasiswa bagaimana menjadi jurnalis yang baik dan bertanggung jawab dalam pemberitaan

“Alhamdulilah ini merupakan tahun ketiga kita selenggarakan workshop guna membentuk jurnalis yang handal. Workshop Jurnalis Olahraga bagian dari upaya Pemprov Sumsel membentuk kader jurnalis yang baik dan bertanggung jawab. Khususnya mahasiswa yang akan mengenali literasi penulisan yang benar sesuai kaidah jurnalis,” ujarnya, Senin (29/3/2021).

Suasana pembukaan Workshop Jurnalis Olahraga yang digelar di Aula Mahameru Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (29/3/2021).

Ia berharap mahasiswa yang telah diberikan pelatihan dapat memproduksi berita guna menggali lebih dalam lagi para atlet mulai dari Zero to Hero.

“Jadi silahkan kalian (mahasiswa) melihat fakta opini, fakta empiris, dan etika yang lebih baik lagi. Dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga kita,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Akhmad Yusuf Wibowo mengungkapkan untuk dapat mencetak atlet yang handal dibutuhkan jam terbang kompetisi yang banyak agar dapat mencetak atlet yang diinginkan

“Kalau prosesi pembinaan atlet harus banyak jam terbang setidaknya 10.000 jam terbang. Baik dalam Individu ataupun kelompok. Kalau kompetisi tiga kali dalam setahun ya demam panggung,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Sumsel PWI Sumsel Kawar Dante mengatakan, kegiatan Workshop Jurnalis Olahraga berlangsung dua hari dan merupakan agenda tahunan.

“Kita undang mahasiswa dan wartawan dengan tujuan memberikan wawasan, peran dan kontribusinya. Selain itu kita belajar tentang bagaiman menangkal pemberitaan hoax dan ujaran kebencian,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar saat mengisi materi menjelaskan bagaimana peran pers sesuai UU No 40 tahun 1999 menangkal informasi hoax.

Dalam materinya juga Firdaus Komar menjelaskan jika media sosial dan media pers sangat berbeda jauh.

Di mana media pers dilindungi UU dan profesi jurnalis memiliki kode etik dalam menjalankan tugasnya dalam menggali informasi. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.