Roma, Kompas.com – Majalah satir Charlie Hebdo tak berhenti berulah. Kali ini, majalah yang bermarkas di Prancis itu harus menghadapi gugatan hukum dari warga Kota Amatrice, Italia yang dilanda gempa hebat bulan lalu.
Hal ini terkait dengan penurunan kartun dalam majalah tersebut yang menggambarkan korban gempa sebagai pasta, makanan khas Italia. Padahal, dalam bencana tersebut sebanyak 295 warga Amatrice tercatat menjadi korban tewas.
Sehingga, langkah hukum tersebut diambil, karena mingguan satir Perancis itu karena dianggap melakukan penghinaan, demikian tulis Kompas.com Selasa (13/9).
Salah satu kartun diberi judul Lasagna, menunjukkan tumpukan puing-puing dengan kaki-kaki berdarah bermunculan dari sela-selanya.
Kota Amatrice, salah satu tempat yang paling parah dilanda gempa berkekuatan 6,2 skala richter pada Agustus lalu memang terkenal dengan santapan spaghetti all’amatriciana.
Kartun kontroversial Charlie Hebdo, yang berjudul ‘Gempa gaya Italia’ itu, menunjukkan pula seorang pria berlumur darah yang digambarkan sebagai saus tomat penne.
Sementara seorang perempuan yang terluka digambarkan sebagai penne gratinee, dan jasad-jasad yang ditumpuk antara lapisan puing digambarkan sebagai lasagna.
Kantor media satir Perancis itu diserang teroris pada Januari 2015 dan menewaskan 11 orang sehingga mendorong gelombang internasional solidaritas dengan majalah itu.
Namun, kartun Amatrice memicu kemarahan luas di media sosial dan di media massa Italia. Mereka menyebut Charlie Hebdo sebagai tidak sensitif.
Sebagai tanggapan, Charlie Hebdo merilis kartun kedua, dengan judul “Rakyat Italia … bukan Charlie Hebdo yang membangun rumah-rumahmu, melainkan Mafia!”
Mario Cicchetti, pengacara kota Amatrice mengatakan, sederet kartun itu mengerikan, tidak berperasaan dan tidak bisa dimengerti.
“Kartun itu juga menunjukkan penghinaan bagi korban bencana alam,” ujar Cichetti.
Jika gugatan itu diterima pengadilan maka Charlie Hebdo bisa dipaksa untuk membayar ganti rugi dalam gugatan perdata.
“Berapa pun ganti rugi yang diputuskan pengadilan, akan sepenuhnya diserahkan kepada korban gempa,” kata Cicchetti.
Sejauh ini manajemen Charlie Hebdo mengatakan tidak akan berkomentar terkait masalah tersebut.
Charlie Hebdo berkali-kali memicu kontroversi dan serangan Januari 2015 terkait dengan pemuatan kartun Nabi Muhammad.
Beberapa waktu lalu majalah ini juga memicu kemarahan global saat menerbitkan sejumlah kartun yang dianggap menghina Alan Kurdi, bocah Suriah yang tewas di tepi pantai. (adm3)










