Tahun Depan, Bunga Utang yang Harus Dibayar Pemerintah Mencapai Rp 221 Triliun

Selasa, 4 Oktober 2016
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, usai rapat antisipasi dampak El Nino di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Jakarta, Sumselupdate.com – Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa bunga utang dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun depan saja, pemerintah harus membayar bunga utang lebih dari Rp 200 triliun.

“Pada 2017, estimasi kami bebannya Rp 221 triliun,” ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani saat rapat dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Read More

Menurut Askolani, pembayaran bunga utang merupakan kewajiban pemerintah sebagai bentuk konsekuensi dari keputusan terus menambah utang setiap tahunnya.

Hingga Juni 2016 lalu, utang pemerintah sudah mencapai Rp 3.359 triliun. Pemerintah sendiri tidak bisa menunda pembayaran bunga utang tersebut. Sebab pembayaran bunga utang tepat waktu akan menjaga kredibilitas pengelolaan utang pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, beban bunga utang Indonesia dalam tiga tahun terus membengkak.

Pada 2015, bunga utang yang dibayar pemerintah Rp 156 triliun. Tahun ini, angka bunga utang mencapai Rp 191 triliun. Sedangkan tahun depan, bunga utang yang harus dibayar pemerintah mencapai Rp 221.

Kritik

Direktur Indef Enny Sri Hartati sempat mengkritik pemerintah lantaran jor-joran menambah utang untuk menutupi defisit anggaran.

Menurut dia, kenaikan utang pemerintah dinilai gagal mendongkrak produktifitas ekonomi nasional.

Sebab keseimbangan primer Indonesia justru mengalami defisit. Artinya kondisi dimana pengeluaran tanpa beban utang lebih besar dari jumlah penerimaan negara.

“Kalau dilihat secara makro, ketika utang ditambah dan defisit keseimbangan primer ikut bertambah, itu dipastikan utang itu tidak produktif,” ujar Enny di Jakarta, Rabu (24/8/2016) sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com.

Dari data dua tahun terkahir, defisit keseimbangan primer Indonesia sebesar Rp 93 triliun pada 2014. Sedangkan pada 2015 defisitnya mencapai Rp 142 triliun.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts