Palembang, Sumselupdate.com — Per Juni 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mencatat 1.463.573 pelajar di Provinsi Sumatera Selatan telah memiliki rekening tabungan dengan total nominal simpanan mencapai Rp314,58 miliar.
OJK Sumsel Babel terus menggalakkan inisiatif untuk meningkatkan jumlah pelajar yang memiliki rekening tabungan. Kepemilikan rekening tabungan di usia muda diharapkan dapat membentuk kebiasaan menabung yang baik dan membantu pelajar dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak di masa depan.
Berikut 3 Daerah dengan Jumlah Tabungan Pelajar Tertinggi di Sumsel.
Kota Palembang mencatat jumlah kepemilikan rekening tabungan pelajar terbanyak dengan 341.153 rekening, diikuti oleh Kabupaten OKU dengan 127.595 rekening, dan Kabupaten OKI dengan 106.880 rekening.
Peningkatan jumlah rekening tabungan ini diharapkan dapat mendukung literasi keuangan sejak dini di kalangan generasi muda Sumatera Selatan.
Hati-hati Jejak Digital Finansial
Penggunaan e-wallet dan paylater semakin umum di kalangan muda di Indonesia kian banyak. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh layanan ini menjadikannya pilihan favorit bagi generasi muda untuk berbagai transaksi.
Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, menyatakan bahwa banyak anak muda menyimpan uang di e-wallet, sedangkan fungsi e-wallet sendiri bukan untuk menabung, tetapi lebih seperti dompet yang mempermudah transaksi yang sifatnya konsumtif.
Arifin mengatakan, penggunaan e-wallet dan paylater juga perlu dilakukan dengan bijak. Menurutnya, kalangan muda harus memahami risiko penggunaan kredit dengan baik agar tidak terjebak dalam utang yang berlebihan.
“Penggunaan aplikasi paylater memiliki risiko karena jejak digital finansial akan lama terekam,” ungkapnya.
Arifin mengatakan, akses paylater atau pinjaman online (pinjol) saat ini sangat mudah, namun saat tidak mampu membayar, banyak yang berpikir cukup menutup akun dan selesai, padahal tidak demikian.
“Rekam jejak digital finansial itu akan terekam dalam waktu yang lama, karena adanya informasi dari bank ke bank,” lanjutnya.
Upaya OJK Sumsel Babel
OJK Sumsel Babel memiliki program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dan juga melaksanakan kegiatan peningkatan literasi keuangan melalui program Gerakan Sumsel Lumbung Literasi (GSLL). Program ini merupakan kolaborasi antar instansi untuk meningkatkan enam jenis literasi yaitu baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital, dan budaya.
Selain itu, program Gerakan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Sumatera Selatan (Gen LIMAS) juga dilaksanakan, melibatkan komunitas kepemudaan dan zilenial Sumsel.
Berdasarkan data OJK tahun 2022, tingkat literasi keuangan di Sumsel sebesar 52,73 persen, di atas rata-rata nasional yang berada di angka 49,68 persen.(**)











