Baturaja Sumselupdate.com – Warga Desa Bindu, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, Selasa (1/3), sekitar pukul 02.30, dikejutkan suara dentuman keras yang diketahui berasal dari anjloknya Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) tanpa muatan.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, jika KA Babaranjang nomor lokomotif CC 2028612 melaju dari arah Tanjung Karang menuju Tanjung Enim.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) KM 262+-2+-3 Bindu yang saat itu kondisi hujan deras, tiba-tiba KA Babaranjang dengan tiga lok (kepala kereta) itu langsung anjlok. “Suaronyo besak nian, kukiro tabrakan, kudenger ado minta tolong langsung aku keluar”, ucap Akil warga sekitar.
Pantauan di lapangan KA Babaranjang tersebut terseret sejauh 60 meter. Asisten masinis bernama Asep Sunarto (35) tewas di TKP, lantaran terjepit serta tertimbun tanah yang masuk di lok tersebut, sementara masinis Wayudi (36), warga Gunung Megang harus dilarikan puskesmas terdekat mengalami luka berat dan masih shock.
Kapolsek Peninjauan, AKP Syafaruddin, SH saat di lapangan menyebutkan jika lokomotif ini menabrak tebing tanah hingga 60 meter lebih, evakuasi pertama dilakukan oleh warga lalu setelah itu baru datang pihak PT KAI.
“Dugaan sementara faktor alam, satu tewas saat ini sudah dibawah kerumah sakit selanjutnya rumah duka”, ucap Syafarudin.
Saat ini pihak PT KAI masih mengevakuasi dengan dongkrak dan memotong rel kereta api. “Jumlah rangkaian kosong 60, lokonya tiga, dari Tarahan menuju Muara Enim. Saat ini kami masih evakuasi,” kata Nizar perwakilan pihak PT KAI. (yan)











