Swab Test dari BBLK Palembang Keluar, Hasilnya 29 Santri di Pagaralam Dinyatakan Negatif Corona

Jumat, 26 Juni 2020
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19 Kota Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian (kiri).

Laporan Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Sebanyak 29 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) yang di Dusun Kerinjing, Kelurahan Agung, Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya bisa bernafas lega.

Read More

Hasil rapid test dan uji pemeriksaan swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang menyatakan ke-29 santri itu negatif terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Pemeriksaan 29 santri ini menyusul salah satu rekannya dinyatakan positif Covid-19 baik dari rapid test maupun swas test.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19 Kota Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian, Jumat (26/6/2020), mengatakan, hasil swab test dari BBLK Palembang keluar hari ini.

Menurut Syamsul, pengambilan sampel swab test terhadap warga ponpes tersebut dilakukan pada Senin, 22 Juni 2020.

“Sampel swab ke-29 santri dikirimkan ke BBLK tanggal 22 Juni dan keluar hari. Hasilnya seluruhnya negatif,” jelas Syamsul.

Diberitakan sebelumnya, salah satu santri di Ponpes yang di Dusun Kerinjing, Kelurahan Agung, Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19, ternyata baru pulang dari Kota Palembang usai libur sekolah usai.

Rapid test yang hasilnya reaktif dan dilanjutkan swab test di BBLK lantaran santri tersebut akan memulai aktivitas belajar di pesantren setelah libur panjang selama masa pembatasan kegiatan belajar akibat pandemi Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pagaralam, Samsul Bahri pada Sabtu (20/6/2020) lalu, mengatakan, santri laki-laki usia 16 tahun itu kembali dari Kota Palembang ke pesantren di Kecamatan Dempo Utara Pagaralam bersama 29 santri lainnya.

“Santri itu secara administrasi tercatat sebagai warga Palembang dan orang tuanya juga menetap di Palembang, selama libur dia ada di Palembang,” ujar Samsul dalam keterangan resminya.

Santri tersebut bersama 29 rekannya tiba di Pagaralam pada 14 Juni karena sudah mendekati jadwal belajar kembali.

Namun mengingat Kota Palembang termasuk zona merah Covid-19 saat itu, dan kasus positif Corona paling tinggi di Sumsel, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Pagaralam melakukan tes cepat kepada para santri ini.

Hasilnya didapat satu orang reaktif, lalu tim Gugus Tugas mengambil sampel usap dan mengirimkannya ke RSUD M Rabain Muaraenim. Kemudian pada 19 Juni 2020 hasil uji usap keluar dan menyatakan santri tersebut positif terinfeksi Covid-19.

Setelah dinyatakan positif, menurut Samsul, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pagaralam langsung menjemputnya untuk diisolasi di RSUD Basemah Pagaralam, sementara seluruh pengasuh dan santri lainnya harus menjalani isolasi selama 14 hari.

Sementara berdasarkan pelacakan kontak dari santri itu, didapati 29 orang dan telah mengikuti tes cepat dan swab test.

Diswab testnya santri di ponpes ini lantaran pada Senin (15/6) lalu, karena Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam menggelar pemeriksaan rapid test secara massal di dua lokasi.

Rapid test ini digelar di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam dan ponpes di Dusun Kerinjing, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara.

Dari rapid test yang digelar di Sekretariat DPRD Kota Pagaralam, dari 70 sampel yang diperiksa hasilnya satu Aparatur Sipil Negara (ASN) reaktif.

Namun ASN bersangkutan dalam swab test yang keluar hari ini hasilnya negatif.

Pun sama dengan 30 sampel di ponpes, di mana satu santri hasil rapid testnya reaktif dan hasil swab test kemarin positif. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts