Sultan Dorong Pemerintah Eksplorasi Potensi Kalium dan Phospat dalam Negeri

Sabtu, 18 Maret 2023
Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin.

Jakarta, sumselupdate.com – Perang antara Rusia dan Ukraina memberikan dampak serius terhadap pasokan bahan baku dan harga pupuk di dalam negeri. Kedua negara yang bertikai merupakan pemasok utama Kalium (Kalium).

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mendorong Pemerintah melalui kementerian energi dan sumber daya mineral (ESDM) dan kementerian terkait  melakukan riset dan eksplorasi potensi Kalium dan Phospat  di beberapa wilayah Indonesia.

Read More

“Saya kira potensi kedua bahan utama kandungan unsur hara makro ini banyak tersedia di Indonesia. Pemerintah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perlu melakukan riset dan eksplorasi di beberapa wilayah yang kaya  batuan kapur penghasil mineral ini”, ujar Sultan di Jakarta, Sabtu (18/03).

Menurut Sultan, Indonesia tidak bisa lagi bergantung dan berharap pada pasokan Kalium dan Phospat dari negara lain dengan biaya mahal. Apalagi eskalasi Rusia-Ukraina belum  diketahui kapan berakhir.

“Beberapa hasil riset yang dilakukan  perguruan tinggi tentang sebaran kandungan unsur Kalium dan Phospat sudah  memberikan kesimpulan yang perlu ditindaklanjuti  pemerintah. Meskipun  membutuhkan nilai investasi cukup besar, tapi proyek ini penting dalam agenda produksi pangan dalam negeri”, tegas Sultan.

Dia  mengusulkan PT Pupuk Indonesia melakukan riset dan inovasi pupuk dengan kadar hara yang efisien namun efektif bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, sosialisasi penggunaan pupuk organik secara berimbang  perlu ditingkatkan  untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

“Pupuk  berperan penting dalam proses budidaya tanaman dan produktivitas pangan. Pemerintah daerah dan Petani juga berkepentingan  melakukan inovasi pemenuhan kebutuhan pupuk bagi tanaman secara mandiri”, tuturnya.

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo kembali mendapat protes dari petani terkait masalah pupuk. MenurutJokowi  suplai pupuk kurang imbas perang Rusia dan Ukraina.

Jokowi menambahkan kebutuhan pupuk di Indonesia mencapai 13 juta ton. Sedangkan produksi dalam negeri hanya 3,5 juta ton. Sisanya 6,3 juta ton harus impor. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts