Palembang, Sumselupdate.com– Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Himpunan Seni Silat Indonesia Generasi Penerus (Himssi GP) telah selesai dilaksanakan. Dengan ini, stok pesilat Sumsel setidaknya telah terisi menuju persiapan kekuatan jelang PON Papua 2020 mendatang.
Meskipun lama, pengkaderan adalah hak mutlak dalam regenerasi atlet untuk menjalani pengemblengan. Mulai dari latihan dan jam terbang, dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Ketua Umum Himssi GP Akib mengatakan, regenerasi pesilat tangguh dari Sumsel telah terputus. Namun usai menggelar Kejurnas ini, maka setidaknya perguruan ini tak perlu lagi bingung dalam mencari stok untuk kejuaraan silat jika diperlukan.
“Ada 36 medali emas yang diperebutkan dalam kejuaraan kali ini dari 36 kelas. Bayangkan saja, kalau kita ambil sampai ke peringkat empat per kelas, maka berapa atlet potensial yang kita miliki,” ujarnya, Selasa (14/3/2017).
Kelasnya juga merambah ke segala kategori usia. Mulai dari usia Dini, pra-Remaja, Remaja hingga Dewasa. Dan juga, kategori tersebut mencakup seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumsel.
“Kalau IPSI kedepan ada kejuaraan, kita tidak lagi pusing. Di setiap daerah ada atlet kita yang timbul berkat Kejurnas ini. Bahkan, ada beberapa kabupaten yang akan menggelar Kejuaraan Daerah di tempatnya. Jelas, bakal lebih banyak lagi pesilat kita di daerah kedepannya, Insya Allah,” tukasnya yang juga Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumsel periode 2012 – 2016 ini.
Sebelumnya, 400 pendekar Himssi GP dari dalam dan luar Sumsel bertarung di Kejurnas Perdana Himssi GP pada 9 – 12 Maret, bertempat di GOR SONS Jakabaring. Mereka memperebutkan medali dari 36 kelas. (sbw)











