Stok Pangan di OKI Surplus

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Holtikultura Kabupaten OKI, Syahrul.

Laporan: Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Munculnya wacana pemerintah pusat untuk melakukan impor beras, ternyata berbanding terbalik dengan persedian pangan  di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Bacaan Lainnya

Produksi pangan di OKI tampaknya masih lebih dari cukup, bahkan bisa membantu menunjang ketahanan pangan nasional, karena memiliki stok pangan yang surplus.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Holtikultura Kabupaten OKI, Syahrul, kepada Sumselupdate.com, mengungkapkan, produksi pangan tahun 2020, Kabupaten OKI mencapai 808 ribu ton dibandingkan tahun 2019, yang hanya mencapai 762 ribu ton. Sementara untuk komsumsi warga OKI, tidak sampai 50 persen dari produksi.

“Jadi surplus kita lebih kurang 400-500 ribu ton. Artinya di petani itu sudah ada stok pangan. Dan ini kita sumbangkan pada daerah lain di luar OKI yang masih mengalami kekurangan dalam pangan,” ujar Syahrul.

Untuk kondisi sawah yang ada di Bumi Bende Seguguk, terdapat empat tipologi lahan. Yakni sawah lebak, sawah pasang surut, sawah tadah hujan dan sawah lahan irigasi.

Semua sawah tersebut, kata dia, dimanfaatkan oleh petani OKI. Dan ini ada produksi silang. Misalnya, saat sawah lebak tidak panen, maka sawah tanah hujan akan panen. Begitupun juga jika sawah pasang surut tidak panen maka sawah lebak akan panen.

“Oleh sebab itu, kita tidak mungkin kekurangan pangan,”ungkap Syahrul.

Sementara itu, lanjutnya, untuk di setiap sawah yang ada seperti di Kecamatan Lempuing, sebanyak 30 ribu hektar telah melakukan dua kali tanam atau IP 200 dalam setahun. Begitu pun dengan Kecamatan Tanjung Lubuk yang juga para petani yang ada di sana hampir melakukan dua kali tanam dalam setahun.

“Kita saat ini bahkan tengah mengusahakan agar untuk sawah irigasi yang semula dua kali tanam agar kini dilakukan tiga kali tanam atau IP 300,” papar Syahrul.

Memang kata dia, masih ada sawah lebak yang melaksanakan satu kali tanam. Namun, pihaknya juga tengah fokus agar sawah lebak menjadi dua kali tanam.

“Sawah Lebak saat ini di OKI, sekitar 50 ribu hektar. Kalau dua kali tanam maka 100 ribu hektar. Dan ini telah kita upaya ke arah tersebut, dengan memberikan saluran-saluran pembuatan pintu air,” terangnya.

Menyinggung soal bantuan petani, Syahrul menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI khususnya sangat konsen dalam memberikan bantuan kepada petani.

Bantuan tersebut, berupa sarana produksi, bibit atau benih unggul, pupuk dan obat-obatan.

“Bahkan Bapak Bupati OKI, Iskandar membantu petani melalui program asuransi Jasindo. Dimana melindung petani dari usaha mereka. Jadi, jika petani gagal tanam karena kemarau atau hama maka mereka akan mendapatkan bantuan Rp6 juta untuk satu petani,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.