Status Waspada, Tahun Baruan di Gunung Merapi Dibatasi 2.500 Pendaki

Gunung Merapi

Yogyakarta, Sumselupdate.com — Gunung Merapi yang ada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah berstatus Waspada atau level II, radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi juga harus steril dari kegiatan penduduk.

Namun menjelang pergantian tahun, perayaan tahun baru yang biasanya di gelar di Pos Pasar Bubrah masih diberikan toleransi hanya sampai Pos Pasar Bubrah dan jumlah pendaki maksimal hanya 2.500 orang.

Bacaan Lainnya

“Masih boleh dilakukan pendakian namun hanya sampai Pos Pasar Bubrah dan jika pendaki jumlah sudah mencapai 2000 orang akan kita peringatkan,”kata Kepala Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Edi Sutriarto, Jumat (28/12/2018) kemarin, demikian dilansir dari Viva.

Pembatasan jumlah pendaki ditujukan untuk menjaga kelestarian Gunung Merapi dan juga keamanan para pendaki sendiri. TNGM sudah berkoordinasi dengan SAR, relawan, petugas pos hingga masyarakat untuk turut menjaga keamanan bersama.

“Jalur pendakian pun yang boleh hanya melewati jalur Selo, Boyolali,” ungkapnya.

Agar diperbolehkan melakukan pendakian dengan kuota hanya 2.500 orang, maka bagi pendaki yang ingin merayakan tahun baru di Gunung Merapi untuk segera mendaftar di Pos Pendakian Selo, Boyolali.

“Ya kalau kuota sudah terpenuhi maka pendaki (lain) akan kita alihkan ke Gunung Merbabu yang basecampnya tidak jauh dari basecamp Gunung Merapi,” ujarnya.(viva/adm5)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.