Laporan Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Sejak ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan hasil rapid test reaktif, bagi ND, bukan sesuatu hal mudah dan beban psikologis tersendiri baginya.
Sebab banyak dampak yang dialami sebagai pasien dengan kategori OTG tersebut di Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan.
Terlebih, hasil swab test tenggorokannya tak kunjung keluar dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.
ND juga harus merasakan beban pikiran dan psikologis yang sangat berat, apalagi selama mereka dikarantina.
Dirinya menuturkan belum ada bantuan sama sekali oleh pemerintah daerah. Sementara dana Covid-19 OKU Timur mencapai Rp30 miliar lebih.
“Hasil swab test saya hingga saat ini belum keluar. Saya diswab pada tanggal 14 Mei dan sampai saat ini belum ada hasil, status OTG bukanlah perkara mudah, banyak dampak yang saya alami, dampak ekonomi keluarga, psikologis, sosial lingkungan keluarga saya yang sempat dikucilkan oleh tetangga,” ungkap ND, Selasa (9/6/2020).
Dikatakan dia, suaminya juga sudah lama dikarantina dan tidak kerja. Tentunya keadaan ini menambah beban kehidupan ekonominya.
Namun bebannya sedikit ringan dengan bantuan tetangga sekitar yang setiap hari memberikan makanan berupa sayuran mentah atau makanan yang sudah masak di depan rumahnya atau diletakan di kursi teras yang nantinya mereka memanggil kalau makanan ada di depan rumah karena tetangga mereka takut bertemu ND sekeluarga.
“Mereka dulu sempat mengucilkan saya, tapi saat ini mereka sudah mulai mengerti dan sangat memperhatikan kami sekeluarga,” jelas ND dengan nada sedih saat dikonfrimasi awak media.
Dikatakanya, nasib OTG yang terlantar juga terjadi dengan teman-temannya OTG yang lain.
“Temanku ada dua orang itu terkucil banget dan gak ada perhatian dari perangkat desanya,” ujarnya.
ND menegaskan dirinya sudah taat, patuh, dan sabar, tapi dirinya mengingatkan bahwa semuanya itu juga ada batas waktu.
“Tolonglah saya bertanya, kapan hasil swab kami para OTG Kabupaten OKU Timur keluar, status OTG ini sangatlah menyiksa kami,” jelasnya.
Sementara itu, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 OKU Timur, M Yakub membenarkan belum keluarnya hasil swab test dari tanggal 14 Mei untuk 59 OTG.
“Memang belum keluar dari BBLK Palembang kami terus memantau,” pungkasnya singkat. (**)











