Sriwijaya FC Terdegradasi, Ini Pernyataan Lengkap Direktur Utama PT SOM

Sriwijaya FC harus menerima kenyataan berlaga di kasta kedua kompetisi Tanah Air musim depan. (Sumselupdate.com)

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah 14 tahun berkiprah dalam kompetisi sepakbola paling tertinggi di Indonesia, Sriwijaya FC akhirnya terdegradasi ke kasta kedua dalam turnamen musim depan.

Laskar Wong Kito terlempar ke kasta kedua turnamen sepakbola tanah air setelah Sriwijaya FC harus mengakui kehebatan Arema FC 1-2 saat bertandang ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (9/12/2018).

Bacaan Lainnya

Terlemparnya tim kebanggaan masyarakat Sumsel membuat Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC, Muddai Madang angkat bicara.

Menurut Muddai Madang, selaku Dirut PT SOM sekaligus sebagai pemilik saham mayoritas PT SOM, dia adalah orang yang paling bertanggung jawab dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1.

“Kami jelas kecewa, kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya untuk menjaga Sriwijaya FC di Liga 1. Atas nama Sriwijaya FC, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC,” kata Muddai.

Namun Muddai mengaku, pihaknya sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1.

Berbagai upaya tersebut di antaranya mendatangkan pelatih yang berkualitas dan menjaga pembayaran gaji pemain agar berjalan dengan baik.

“Tapi kalau memang harus degradasi, inilah olahraga. Yang mana naik turun kasta itu menjadi bagian dari seni olahraga sepakbola.  Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdepresiasi di Serie A Italia. Maka dari itu, ini bukanlah akhir dari segalanya. Kami akan tetap optimis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1,” ujarnya.

“Jangan bersedih, kami akan sekuat tenaga mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya sebagai peserta kompetisi Liga 1 pada 2020,” tambah Muddai lagi. (tra)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.