Spesialis Curas Didor di Kaki Kiri

Minggu, 21 Agustus 2016
Pelaku Curas Sadis
Muarabeliti, Sumselupdate.com – Satu dari dua spesiasilis pencurian dan kekerasan (Curas), Lusi (32), warga Kelurahan Muara Kelingi, akhirnya berhasil diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Muara Kelingi di Kota Lubuklinggau, Sabtu (20/8) sekira pukul 17.00 WIB

Saat diamankan, tersangka yang masuk daftar DPO ini, sempat melakukan perlawanan dengan mengacungkan pisau ke arah petugas polisi. Namun, lantaran petugas tak mau ambil resiko, akhirnya Lusi dihadiahi timah panas di bagian kaki kirinya.

Read More

“Tertangkapnya Lusi berdasarkan laporan korban Marso (55), warga Desa SP 3, Temuan Sari pada tanggal 10 Juli 2016 lalu. Saat itu, sekira pukul 09.30 WIB, dirinya sedang berada di kebun karet miliknya. Lalu, tiba-tiba datang Lusi dan satu orang temannya langsung menodongkan senjata api laras panjang jenis kecepek ke arah kepalanya,” ungkap Kapolres Musirawas, AKBP Herwansyah Saidi melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Syafrudin.

Ia menyampaikan, dalam menjalankan aksinya, Lusi dan kawannya mengikat Masro dengan tali karet
dan menyumpal mulutnya dengan kain. Setelah itu, Masro juga diikat oleh Lusi di batang pohon karet dan langsung mengambil kunci motor Honda Mega Pro dan melarikan diri ke arah Desa Karya Teladan.

“Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Kelingi dengan nomor laporan LP/39 B/ VII/2016. Sementara satu orang temannya, saat ini masih dalam pengejaran,” ungkapnya.

Tersangka yang didapati informasinya sedang berada di Lubuklinggau, langsung diamankan pihak kepolisian.
Setelah diamankan, Lusi juga mengakui perbuatan tindak pidananya, bahkan ia juga mengakui kalau dirinya ikut dalam pencurian satu unit mobil carry futura tahun 2014 silam di Desa Suka Menang dan mengakui kalau dirinya terlibat dalam pembunuhan ibu tirinya tahun 2010 lalu.

“Pelaku ini termasuk pelaku curas sadis, karena sudah banyak yang menjadi korbannya. Hanya saja, mereka tidak melapor karena takut akan dibunuh dengan senjata rakitan,” ungkapnya. (Ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts