Speadboat Hantam Perahu Ketek di Perairan Cengal OKI, Dua Tewas dan Satu Kritis  

Perahu ketek terbalik pasca-adu kambing dengan speadboat berpenumpang lebih kurang 50 orang, Jumat (7/1/2022), sekitar pukul 12.30 WIB.

Laporan: Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com –  Kecelakaan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Read More

Jika biasanya kecelakaan terjadi di jalan raya. Kali ini peristiwa kecelakaan terjadi di perairan Cengal tepatnya, di Sungai Mat Yasin jalur air Selapan menuju Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI.

Lakalantas ini antara perahu ketek yang adu kambing dengan speadboat berpenumpang lebih kurang 50 orang, Jumat (7/1/2022), sekitar pukul 12.30 WIB.

Akibat peristiwa maut ini, dua penumpang speadboat yang berprofesi nelayan OKI, Nando, (25), warga Desa Sungai Ketupak, Kecamatan Cengal, OKI dan Adi (30), warga Desa Sungai Ketupak, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, meregang nyawa.

Sementara satu korban penumpang speadboat lainnya atas nama Hilman (28) juga seorang nelayan, warga Desa Sungai Ketupak, Kecamatan Cengal Kabupaten OKI, mengalami kritis.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten OKI, Antonio Ramadhon saat dikonfirmasi Sumselupdate.com via ponsel menjelaskan pengemudi speadboat diketahui bernama Rahmad Kartolo telah diamankan di Polsek Tulung Selapan.

Selain mengamankan Rahmad Kartolo yang kelahiran Desa Riding 27 Nopember 1965 yang bekerja wiraswasta dan tinggal di Lingkungan VIII, Kelurahan Tulung Selapan Ulu, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, petugas kepolisian juga mengamankan speedboat yang digunakan.

Adapun kronologis kejadian kecelakaan di perairan Cengal bermula speadboat pada Jumat (7/1/2022) sekitar pukul 12.30 WIB, hendak menuju ke Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada saat melintas di Sungai Mat Yasin sesuai jalurnya di tikungan sungai, tiba-tiba di depanya ada perahu ketek yang berada di jalurnya (melawan jalur speadboat).

Saat berusaha menghindari dengan melalui jalurnya, nahasnya perahu ketek yang di depannya justru mengambil jalur yang sama.

Tak pelak, dalam hitungan detik, speadboat dan perahu ketek itu adu kambing hingga menyebabkan dua penumpang meninggal dunia.

Antonio Ramadhon mengimbau kepada pengguna kendaraan di perairan untuk tetap mematuhi rambu-rambu sungai yang ada pada saat melintas di tikungan.

Lalu, mengurangi kecepatan dan selalu menggunakan pelampung atau lef jakat yang sudah dibagikan kepada pengemudi speedboat.

Dia mengimbau pengemudi ketek agar pada saat kecelakaan di perairan melakukan langkah antisipasi setidaknya bagi penumpang yang tidak bisa berenang. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.