Gunung Dempo Diguncang Gempa Tremor, BPBD Pagaralam Petakan Jalur Evakuasi

Status Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan resmi dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Status Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan resmi dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Read More

Tak pelak, perubahan status Gunung Dempo menjadi perhatian berbagai pihak. Hal ini mengingat meningkatnya status Gunung Dempo disebabkan adanya peningkatan aktivitas gunung api sejak 4 Januari 2022 lalu.

Bahkan sampai saat ini gempa tremor yang melanda Gunung Dempo masih terus terekam di alat siesmigraf baik yang digital maupun manual.

Plt Kepala BPBD Pagaralam Herdensi mengungkapkan, terkait meningkatnya aktivitas Gununf Dempo, pihaknya sudah memetakan jalur evakuasi guna melakukan penanggulangan bencana jika terjadi letusan atau erupsi Gunung Api Dempo.

Herdensi memastikan jalur evakuasi harus dalam kondisi baik dan dapat digunakan dengan aman saat evakuasi dijalankan.

“Kita telah mensurvei sekaligus merintis jalur evakuasi langsung ke lapangan, termasuk penentuan dan pengaturan jalur evakuasi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, sehingga bisa mencari daerah yang aman. Nantinya, pelaksanaannya melibatkan masyarakat dan instansi terkait,” katanya.

Dibeberkan Herdensi, adapun daerah wilayah Kota Pagaralam yang masuk terkena dampak letusan kawah Merapi-Dempo di radius 0-5 kilometer yakni Kelurahan Gunung Dempo, radius 5-10 kilometer Kelurahan Dempo Makmur, Pagar Wangi, dan Agung Lawangan.

Kemudian, radius 10-15 kilometer meliputi wilayah Kelurahan Nendagung, Sidorejo, dan Bangun Rejo.

“Untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, selain memetakan jalur evakuasi, BPBD juga telah menentukan sejumlah titik kumpul pengungsian bagi masyarakat yang terdampak. Di antaranya di lapangan Padang Serunting Kecamatan Dempo Utara, dan lapangan Sepakbola Sukorejo, Dempo Tengah,” terangnya.

Lebih jauh pihaknya juga mengimbau kepada camat dan lurah hingga RT dan RW daerahnya yang masuk wilayah terdampak erupsi Gunung Dempo, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Diharapkan untuk memberikan sosialiasi kepada warganya kondisi meningkatnya status gunung, serta dampaknya sekaligus hal apa saja yang harus diantisipasi,” terangnya.

Di lain pihak, Kepala KPH X Dempo Kota Pagaralam Heri meminta untuk sementara jalur pendakian menuju puncak Gunung Dempo ditutup sementara. Hal ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Kami sudah meminta Balai Registrasi Dempo (BRIGADE) untuk menutup jalur pendakian sementara waktu. Hal ini disebabkan saat ini Gunung Api Dempo statusnya berada di level Waspada,” ujar Heri.

Hal senada dikatakan Kepala BPBD Provinsi Ansori lewat pesan berantai WhatsApp. Di mana pihaknya meminta jalur pendakian menuju puncak Dempo ditutup sementara.

“Harus ditutup, sebab kita tidak bisa memprediksi alam. Memang saat ini radius aman yaitu satu kilometer dari bibir kawah Gunung Api Dempo. Namun yang dikhwatirkan awan panas atau gas beracun jika ada embusan di Gunung Api Dempo tersebut,” tegasnya.

Dijelaskan Ansori untuk aktivitas wisata dan masyarakat Pagaralam masih normal namun harus tetap waspada.

“Pariwisata yang radiusnya lebih dari satu kilometer dari bibir kawah merapi Dempo tetap aman dikunjungi. Namun harus tetap waspada, sebab alam tidak bisa kita tebak,” jelasnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.