Wartawan di Era Digital, Tak Selalu Soal Kecepatan

Acara selamatan dan syukuran yang digagas H Firdaus Komar di Kantor Koran Extra News, Sabtu (8/1/2022).

Palembang, Sumselupdate.com – Meski di era digital, di mana kecepatan pemberitaan menjadi yang paling penting. Seorang wartawan tetap harus punya gagasan, tidak ikut arus dan didikte nara sumber.

Itulah pesan yang disampaikan wartawan muda, yang juga akrab dalam Podcast Riza Pahlevi atau akrab disapa Eja saat menghadiri acara selamatan dan syukuran yang digagas H Firdaus Komar di Kantor Koran Extra News, Sabtu (8/1/2022).

Read More

Dikatakannya, era yang telah berkembang pesat, maka insan pers pastinya suka atau tidak harus mengikuti. Saat ini, produkivitas harus ditingkatkan jika tidak ingin tertinggal.

Dalam kondisi serba digital, seorang wartawan dituntut untuk lebih cerdas, tak hanya dalam soal peliputan, penulisan atau penyampaian berita, tapi juga harus melek tekhnologi.

Tapi, meski era telah berubah. Kode etik tetap sama dan semua jurnalis harus patuh dan menjalankannya.

Wartawan senior dan muda saling berbagi pengalaman usai berdoa bersama.

Senada, Oktaf Riyadi, Ketua PWI Sumsel berpesan, wartawan jangan berhenti belajar. Kemampuan harus terus diasah.

“Perkembangan media online mengharuskan wartawan menyampaikan berita dengan cepat. Namun harus taati kode etik. Jika sudah pintar menulis berita harus taati kode etik,” pesannya.

Wartawan senior Sriwijaya Post, Azwir beda lagi, ia lebih menyoroti media tempat wartawan bernaung. Dikatakannya, media jangan tabu jika mempunyai bisnis sampingan di luar bisnis media.

“Sebab Kompas Group itu banyak mempunyai banyak unit usaha di luar bisnis media. Dan Firdaus Komar sudah sukses memulainya,” ujarnya.

Media bisa berkembang jika didukung oleh bisnis yang baik, agar bisa bertahan di tengah persaingan. Sementara untuk media online sendiri, sistem kerja hampir sama dengan koran, tetap harus menjadi kerja tim.

“Media online tidak bisa dikerjakan sendiri. Apalagi peluang media online bisa meraup dolar,” ujarnya.

Tantangannya, harus bisa multi talenta mulai video, foto maupun streaming.

Dalam kesempatan ini, Anwar Rasuan wartawan senior juga ikut mengulas perkembangan media dari 1990 an sampai dengan sekarang. Sementara Asri, berbagi cerita perjalanan karirnya dari penjual koran sampai menjadi pelaku dalam pers sendiri dari proses belajar yang panjang.

Terakhir, Firdaus Komar sebagai penggagas acara menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur dengan apa yang diperoleh selama ini.

“Kegiatan ini selain bentuk rasa syukur selama ini sekaligus juga sebagai peringatan hari ulang tahun.  Acara ini dirangkai dalam bentuk diskusi sesama wartawan,” tutup Firdaus Komar. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.