Sodomi Pelajar SMP di Belakang Masjid, Pria di Tanjung Enim Disergap Aparat

Kapolres Muaraenim AKBP Danny Sianipar melalui Kasat Reskrim Muaraenim AKP Widhi Andika Dharma saat gelar perkara penangkapan pelaku sodomi, Senin (21/6/2021).

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – DT (20), warga Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan (Sumsel) dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Bacaan Lainnya

Tersangka DT disergap petugas Polres Muaraenim di kediamannya, Kamis (16/6/2021), sekitar pukul 15.30 WIB.

Pria pengangguran ini dicokok aparat lantaran nekat melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Parahnya, korban DP (14) disodomi pelaku sebanyak tiga kali yakni dua kali di belakang Masjid At-Taqwa Talang Gabus Tanjung Enim dan sekali di pinggir sungai Talang Gabus Tanjung Enim.

Kapolres Muaraenim AKBP Danny Sianipar melalui Kasat Reskrim Muaraenim AKP Widhi Andika Dharma, Senin (21/6/2021) dalam siaran persnya mengatakan, aksi pencabulan yang dilakukan tersangka diketahui berdasarkan laporan dari korban sendiri kepada orang tua korban.

“Pertama kali kasus seperti ini ada di Kabupaten Muaraenim dengan modus tersangka melakukan aksinya, yaitu mengajak korban menemani ke kamar mandi. Lalu tersangka menyodomi korban,” ungkapnya.

Ditambahkan AKP Widhi Andika Dharma, untuk korban sendiri baru hanya satu orang yang melaporkan dan akan dilakukan pengembangan lagi apakah ada korban-korban lain.

“Baru satu orang yang melapor. Terkait ada atau tidaknya tersangka lain masih akan kita dalami lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan AKP Widhi Andika Dharma, tersangka nekat melakukan perbuatan tersebut karena pelaku dahulu waktu masih kecil pernah mengalami hal serupa yaitudi sodomi.

“Untuk tersangka kita kenakan pasal 81 dan pasal 82 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang atas perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.

AKP Widhi Andika Dharma mengimbau ke masyarakat untuk terus berhati-hati dan waspada terhadap anak-anaknya.

“Tolong lebih berhati-hati waspada dan kontrol terhadap anaknya karena yang perlu diwaspadai sekarang bukan hanya anak-anak di bawah umur perempuan saja. Namun lelaki juga harus diwaspadai, kejahatan di lakukan karena ada kesempatan, dan berharap mudah-mudahan kasus seperti ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Muaraenim,” pungkasnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.