Soal Serangan Rudal di Bryansk, Rusia Panggil Dubes Inggris dan Prancis

Writer: - Sabtu, 14 Maret 2026
Ilustrasi rudal

Moskow, Sumselupdate.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia pada Jumat (13/3) memanggil duta besar (dubes) Inggris serta Prancis ke Moskow dan mengajukan protes keras terkait serangan rudal Ukraina di wilayah Bryansk, serta menyalahkan kedua negara Eropa tersebut atas keterlibatan mereka dalam serangan itu.

Dalam pemanggilan itu, keterlibatan langsung Inggris dan Prancis dalam “serangan teroris” yang menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 40 lainnya tersebut disoroti, kata Kemenlu Rusia dalam rilis media.

Read More

“Bagi kami jelas serangan rudal di Bryansk itu tidak akan mungkin terjadi tanpa keterlibatan tenaga ahli dari Inggris dan Prancis, serta tanpa transfer intelijen kepada Kiev,” kata kementerian tersebut.

Mereka juga mengatakan Moskow memandang penembakan terhadap Bryansk sebagai provokasi sengaja dengan tujuan merusak upaya-upaya yang semakin intensif untuk menyelesaikan krisis Ukraina secara damai.

Moskow menuntut agar Inggris dan Prancis memberikan tanggapan publik yang jelas dengan kecaman yang tegas dan tanpa ambiguitas terhadap serangan tersebut.

“Jika hal itu tidak dilakukan, maka akan dianggap sebagai bentuk solidaritas terhadap metode teroris, yang merupakan aib bagi negara-negara yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB,” imbuh rilis tersebut. (**)

Baca juga : Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bahas Konflik Timur Tengah, Rusia Dorong Penyelesaian Politik

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts