PALI, Sumselupdate.com – PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo mengaku siap bertanggungjawab secara penuh akibat kebocoran pipa di Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang diduga akibat pipa mengalami korosi dan diketahui warga setempat beberapa waktu lalu.
Asisten Manager LR Pertamina Pendopo Ferry Prasetyo Wibowo berjanji bahwa pihaknya akan bertanggungjawab penuh terhadap kerugian warga setempat dan segera melakukan pembersihan dan pemulihan.
“Pertamina tidak akan mengabaikan persoalan ini. Kita akan lakukan inventarisir ulang terhadap dampak yang ditimbulkan atas kejadian itu, setelah itu kita bakal segera melakukan pembersihan dan pemulihan,” kata Ferry.
Dirinya juga membantah tentang adanya tuduhan kalau pipa milik PT Pertamina Pendopo yang berada di jalur Desa Suka Maju mengalami kebocoran empat kali dalam satu bulan.
“Memang terjadi kebocoran, tapi hanya tiga kali dalam kurun waktu dua bulan. Jadi bukan empat kali satu bulan. Untuk yang di rawa itu, sampai saat ini belum boleh dibersihkan oleh warga setempat,” ungkapnya.
Langkah selanjutnya dikatakan Ferry, bahwa jalur tersebut sudah masuk jalur untuk dilakukan penggantian. “Memang jalur pipa ini sudah di rencanakan penggantian di beberapa titik, tinggal menunggu material pipa datang,” katanya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PALI Kodsi Iskandar mengharapkan pihak Pertamina Pendopo proaktif dalam menyelesaikan masalah tersebut. Ia juga menyarankan warga agar memberi ruang bagi perusahaan untuk melakukan pembersihan bekas limbah minyak yang keluar dan mencemari lingkungan.
“Kedepankan musyawarah, agar warga tidak rugi dan Pertamina tidak berat. Untuk proses pemulihan lingkungan, akan kita pantau sampai sejauh mana pihak Pertamina lakukan. Dan dalam waktu dekat ini, kami akan tinjau ke lokasi bekas pipa yang bocor,” ucap Kodsi.
Sementara itu, Rudini, Kepala Desa Suka Maju menegaskan bahwa pihak Pertamina harus segera memberikan ganti rugi yang dialami beberapa warga yang terdampak agar warga tidak dirugikan.
“Kami harap pihak Pertamina segera menyelesaikan masalah ini, baik itu pemulihan lingkungan maupun ganti rugi dengan warga. Karena kejadian terakhir, ada dua warga yang kena dampak langsung,” ucap Kades. (adj)











