Pipa Pertamina EP Asset 2 Limau Bocor, Camat Gunung Megang Sayangkan Tidak Ada Laporan

Jumat, 10 Desember 2021
Lokasi pipa Pertamina yang bocor

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Lima pekarangan rumah warga Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Muaraenim, Sumatera Selatan digenangi dan tercemar oleh bocornya pipa minyak mentah milik PT Pertamina EP (PEP) asser 2 Limau.

Read More

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sedangkan petugas PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Limau sudah membersihkan dan memperbaiki pipa yang bocor tersebut.

Meski sudah dibersihkan, minyak mentah tersebut sempat menggenangi pekarangan rumah, sumur, tanam tumbuh, dan kolam ikan milik warga setempat.

Dari hasil pendataan jika minyak mentah itu berdampak terhadap tanam tumbuh dan rumah lima warga  yakni Nukman (55), Albet (30), Kuila (46), Malawani (45), dan Heri Adlansyah (32).

Salah seorang warga Sulina (85) mengatakan, peristiwa bocornya pipa milik Pertamina berawal saat dirinya hendak melaksanakan shalat subuh. Begitu keluar rumah hendak mengambil wudhu di sumur, ternyata di perkarangan rumahnya sudah dipenuhi minyak mentah.

“Kita mengetahuinya kisaran waktu subuh. Ketika itu saya keluar rumah hendak mengambil wudhu. Lalu saya menimba air di sumur, dan ternyata airnya berwarna hitam dan bau minyak, sehingga putuskan tidak mengambil air dan kembali ke rumahnya,” ungkapnya, Jumat (10/12/2021).

Sementara itu, Camat Gunung Megang Ardiansyah didampingi Babinsa Koramil 404-02 Gunung Megang mengatakan, kejadian kebocoran pipa tersebut terjadi pada tanggal 20 November 2021 malam.

Kemudian dilaporkan oleh perangkat desa dengan pihak PT Pertamina EP tanpa sepengetahuan pihak kecamatan dan pihak terkait.

“Terkait kebocoran ini tidak ada laporan ke kecamatan. Namun, berselang tiga pekan kemudian, pihak Kecamatan Gunung Megang dan pihak terkait mendapatkan informasi dari masyarakat dan ketika dilakukan pengecekan ternyata kejadian tersebut memang benar adanya,” ujarnya.

Ditambahkan Ardiansyah, secara tidak sengaja pihaknya memergoki pihak PT Pertamina Limau sedang bermusyawarah dengan warga setempat tepatnya di rumah warga yang terkena limbah minyak mentah sebelumnya.

“Perangkat desa dan Pertamina jangan tidak berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pihak Koramil, pihak Polsek. Ini buktinya kalau perangkat desa langsung koordinasi ke pihak Pertamina sehingga permasalahannya berlarut-larut, setelah heboh baru berkoordinasi ke kecamatan, Koramil dan Polsek,” cetus Ardiansyah.

Dikatakan Ardiansyah, dirinya sangat menyayangkan perangkat desa dan pihak Pertamina yang tidak berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Koramil, dan Polsek Gunung Megang terkait bocornya pipa minyak mentah milik PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Limau yang terjadi pada tanggal 20 November 2021 lalu.

Dikatakannya, meski minyak mentah yang tumpah telah menggenangi perkarangan rumah, kolam, tanam tumbuh dan sumur milik warga telah dibersihkan,  perangkat desa dan pihak PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Limau harus berkoordinasi.

“Setidaknya dengan pemerintah kecamatan dan nantinya kecamatan akan menyampaikan ke Koramil dan Polsek Gunung Megang. Jangan sampai kejadian seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, akibat kebocoran pipa minyak menyebabkan ada warganya yang celaka,” ujarnya.

“Saya minta ke depan baik perangkat desa maupun pihak PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Limau untuk berkoordinasi. Jangan ada korban dan tidak bisa selesai baru meminta bantuan pihak kecamatan atau Bupati. Terkait permasalahan yang terjadi kiranya diselesaikan secepatnya dan kekeluargaan,” tambahnya.

Sementara itu, Adam selaku Humas PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Limau, menjelaskan permasalahan tersebut dalam penyelesaian antara pihak perusahaan dengan warga.

Menurut dia, pada intinya hanya miss komunikasi. Pihak perusahaan sudah berkordinasi dengan pemerintah desa dan pemerintah desa lah yang berkoordinasi dengan pihak pemerintahan kecamatan.

“Terkait apa yang menjadi tuntutan lima warga yang terdampak yakni tanam tumbuh dan sumur, kita sudah melakukan penyelesaian. Hak-hak warga sudah kita penuhi. Semuanya sudah selesai tinggal administarasi saja,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts