Palembang, Sumselupdate.com – Sindikat penjualan bayi yang baru dilahirkan selama empat hari berhasil diungkap Satuan Reskrim Unit Pidana Umum (Pidum) Polrestabes Palembang.
Di bawah komando, Kanit Pidum Polrestabes Palembang, Iptu Ginting, keempat Ibu Rumah Tangga (IRT), diamankan karena keterlibatannya menjual bayi yang baru dilahirkan, seharga Rp 5 juta, Selasa (14/1/2020).
DM (30), warga Jalan Ali Gatmir Lorong Beringin Jaya, Kelurahan 10 Ilir, MR (39) warga Jalan Dr M Isa Lorong Sei Jeruju II Kelurahan Kuto Batu Palembang.
Kemudian, SN (44), warga Jalan Slamet Riady Lorong Kemas I Kelurahan 8 Ilir dan MI alias MN (62), warga Jalan Slamet Riady, Lorong Kemas I, Kelurahan 8 Ilir.
Keempatnya menjalani pemeriksaan intensif penyidik karena keterlibatannya menjual bayi yang berusia empat hari ketika berada di Jalan Slamet Riady Lorong Kemas I RT 04 RW 02 Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Senin (13/1/2020) pukul 19.00 WIB.
“Kita apresiasi kinerja petugas kita dalam menyelidiki kasus ini. Dengan detail dan teliti, mereka sukses mengungkap dari akarnya. Kita belum puas, karena masih banyak yang harus kita kembangkan dari keterangan para tersangka,” papar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, didampingi Kasat Reskrim, AKBP Nuryono.
Penjualan bayi ini bermula dari tersangka DM yang menjual bayi yang baru empat hari dilahirkan kepada MR seharga Rp5 juta.
Lalu, MR kembali menjual bayi tersebut kepada SN seharga Rp5,5 juta. Tidak berhenti, setelah mendapat keuntungan Rp500 ribu, kembali menjual bayi tersebut kepada petugas yang menyamar seharga Rp25 juta. Baru dipanjar sebesar Rp1 juta, keempat sindikat ini digelandang ke Polrestabes Palembang.
“Kami masih terus mengali keterangan mereka untuk pengembangan lebih lanjut,” tandasnya.
Sementara itu, DM mengatakan, tidak sanggup membesarkan bayinya yang baru berusia empat hari.
“Bayi ini merupakan hubungan terlarang saya dengan pacar saya. Dikarenakan MR yang membayar biaya persalinan saya, maka saya titipkan kepadanya untuk diasuh. Kalau tahu begini, tidak mungkin saya berikan,” tandasnya. (tra)











