Baturaja, Sumselupdate.com – Adanya isu pemotongan (pemangkasan) anggaran penghasilan tetap (siltap) terhadap para kades dan perangkatnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU benar adanya. Oleh karena itu, para kades dan perangkatnya siap-siap berhemat.
Belum tahu pasti besaran potongan siltap tersebut. Namun, informasi yang beredar dari dana Siltap sebesar Rp83 miliar akan dipotong sekitar Rp8 miliar. Saat ini pihak Pemda OKU masih melakukan koordinasi untuk membahas pemotongan tersebut.
“Memang ada rencana pemotongan siltap. Namun, jumlah pastinya saya belum tahu. Ini masih akan rapat dengan BPKAD untuk membahas pemotongan ini,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) OKU, Wibisono, Selasa (13/9).
Dalam rapat tersebut, lanjut Wibisono akan dicari jalan keluarnya. Rapat juga untuk memastikan berapa besaran tiap kades dan perangkat mendapat potongan, sehingga menghasilkan keputusan terbaik ke depannya.
“Kemungkinan pemotongan ini akan berlaku mulai 2017 nanti. Namun, pastinya saya belum tahu. Alasan pemotongan saya juga kurang paham. Apakah terkait adanya pemotongan anggaran dari pusat atau lainnya, saya belum paham,” ungkapnya.
Wibisono sendiri mengatakan gaji Kades sendiri tiap bulannya sekitar Rp2 juta. Sedangkan Sekretaris Desa sebesar 70 persen dari besaran gaji Kades. “Sedangkan perangkat lainnya saya tidak hafal, takut salah nantinya,” tambahnya.
Sementara disinggung apakah Dana Desa yang bersumber dari dana APBN juga akan dilakukan pemotongan seperti diisukan selama ini, Wibisono menegaskan tidak ada pemotongan anggaran untuk dana pusat. “Kalau Dana Desa tidak ada pemotongan,” pungkasnya. (Yan)











