Martapura, Sumselupdate.com – Pencurian dengan pemberatan (Curat) kembali terjadi di ranah hukum Polres OKU Timur. Tidak tanggung-tanggung, kali ini sebuah showroom motor Honda milik PT Astra Internasional Tbk Honda cabang Belitang OKU Timur jadi sasaran komplotan pelaku.
Berdasarkan laporan Polisi, LP-B/12/IV/2017/sumsel/OKUT/SEK BLT I tanggal 11 April 2017, kejadian yang baru diketahui pada Selasa (10/4/2017) sekitar pukul 09.00 ini dilaporkan oleh Linda (30), selaku AFSO PT Astra Internasional tbk Honda cabang Belitang.
“Peristiwa ini terjadi pada malam hari, kebetulan showroom tersebut tidak ada yang jaga malam. Pelaku menjebol dinding ruko sebelah kiri. Kemudian masuk dan memutus rantai yang mengikat sepeda motor,” jelas Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru, SIK, melalui Kasubbag Humas AKP Hardan saat dikonfirmasi, Rabu (12/4/2017).
Lanjut Hardan, pelaku berhasil mengambil 10 (sepuluh) unit sepeda motor baru antara lain 1 (satu) Unit Honda Beat CW Plus warna hitam, 1 (satu) unit Honda beat CW Plus warna hitam putih, 3 (tiga) unit Honda CB 150 R Spesial edition warna merah, 1 (satu) unit Honda Vario 150 chrome warna hitam, 1(satu) unit Honda Vario 125 plus warna hitam merah.
Selanjutnya, 1 (satu) unit Honda Beat CBS ISS plus warna magenta, 1 (satu) unit Honda Beat street warna hitam, 1 (satu) unit Honda CB 150 street fire warna putih merah, 1 (satu) unit TC komputer portal, 2 (dua) buah aki 6 Volt merk GS, dan 2 (dua) buah helm full face merk honda warna hitam.
Diperkirakan, atas peristiwa pembobolan dari kawanan pencuri ini perusahaan tersebut mengalami kerugian sekitar Rp220.625.000.
“Pelaku belum diketahui jumlahnya dan dalam pengejaran, perkiraan sementara barang hasil curian dibawa keluar OKU Timur. Kejadian sedang olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,” ujarnya.
Selain itu, Polres OKU Timur mengimbau kepada para pelaku usaha, terlebih perusahaan untuk meningkatkan keamanan dan penjagaan, khususnya pada malam hari.
“Kita himbau agar perusahaan atau tempat usaha, khususnya yang berskala menengah untuk menggunakan jasa keamanan atau penjaga malam, serta alat pantau CCTV, agar kejadian seperti ini bisa kita minimalisir,” pungkasnya. (yul)











