Muaraenim, Sumselupdate.com – Setelah seorang buruh penyadap karet bernama Hariyanto tewas ditabrak kereta api, kali ini peristiwa serupa dialami dua pelajar, yakni Sabarno (17) dan Prayoga (15).
Beruntung, korban Prayoga berhasil selamat dan hanya mengalami luka memar di kaki sebelah kanan. Sedangkan korban Sabarno tewas di lokasi kejadian.
Peristiwa itu terjadi di perlintasan Kereta Api Jalur II, Dusun I, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, Senin (15/5) malam.
Saat itu kedua korban sedang duduk berdampingan di pinggir rel perlintasan sambil memainkan ponsel dan memakai handset untuk mendengarkan music dengan suara cukup keras.
Sehingga kedua korban tidak mendengar suara dari bel dari stasiun dan klakson kereta api angkutan minyak Nomor 3152 milik PT Pertamina yang melaju dari arah Lahat menuju Palembang akan melintas.
Ketika kereta sudah berada dalam jarak dekat korban Prayoga sempat melompat ke pinggiran rel dan membuat kaki kanannya mengalami luka memar.
Sementara itu korban Sabarno tidak dapat menghindar lagi dan seketika ditabrak kereta api tersebut hingga meninggal dunia dan jasad nya dibawa ke rumah duka.
Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasubag Humas AKP Arsyad AR membenarkan kejadian tersebut dan saat ini kasusnya masih diselidiki petugas. (azw)











