SETARA Institute: Kasus Irjen Teddy Minahasa Momentum Reformasi Polri

Foto: Irjen Teddy Minahasa Putra (Dok. Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua SETARA Institute Hendardi berkomentar soal kasus peredaran narkoba yang melibatkan eks Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Teddy Minahasa. Menurutnya, saat inilah momentum bagi Polri untuk reformasi institusi secara komprehensif.

Hendardi awalnya menyinggung beberapa peristiwa yang membuat Polri menjadi sorotan. Mulai dari kasus Ferdy Sambo, hingga soal tragedi Kanjuruhan.

Bacaan Lainnya

“Setelah kasus FS, kontroversi Konsorsium 303, kegagalan pencegahan potensi kerusuhan di Kanjuruhan, kali ini kasus narkoba diduga menjerat petinggi Polri. Rangkaian peristiwa ini terus merusak kepercayaan publik dan semakin melemahkan kinerja Polri,” kata Hendardi, dalam keterangannya, Sabtu (15/10/2022), seperti dilansir Detikcom.

“Bukan hanya daya rusak internal yang mengoyak soliditas anggota dan pimpinan Polri tetapi juga daya rusak bagi publik karena keadilan yang terusik. Bahkan, karena peristiwa-peristiwa itu, berbagai kinerja Polri lainnya, juga diragukan profesionalitas dan imparsialitasnya oleh publik,” ucapnya.

Beberapa kelompok pun terus mempersoalkan kinerja kepolisian. Mereka, disebut melakukan propaganda melawan Polri.

“Kelompok seperti eks HTI dan FPI misalnya, terus menerus mempersoalkan kinerja Polri dan menyebarkan berbagai propaganda yang melemahkan institusi Polri yang saat ini menemukan momentumnya,” ucapnya.

Kemudian, muncul juga isu soal Polri tidak menyatu dan ada beberapa kubu-kubu di internal. Hal itu, disebut semakin melemahkan Polri.

“Oleh karena itu, sebagaimana pesan Jokowi dalam pengarahan hari ini ke pimpinan Polri, bahwa Polri harus solid dan harus tampil percaya diri (karena) kalau terlihat ragu dan tidak tegas justru akan semakin menurunkan kepercayaan publik,” ucapnya.

Kondisi ini menjadi momentum untuk reformasi Polri. Polri dinilai harus berbenah agar Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berjalan dengan baik.

“Tidak ada jalan lain bagi Polri kecuali melakukan percepatan reformasi Polri dengan suatu desain komprehensif, berbasis bukti (evidence based) dan berkelanjutan. Polri harus solid, profesional, berintegritas dalam menjalankan mandat, sebagaimana pesan Jokowi. Karena jika tidak berbenah, pada akhirnya, kinerja Polri juga akan merusak kinerja Jokowi, karena Jokowi adalah atasan Kapolri,” katanya.(dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.